kobarnews.id
Minggu, 27 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Kabupaten Pandeglang
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Lebak
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BudayaDaerahNewsViral

Lebak Kaya Kasepuhan, Event Budaya Masih Minim; Muncul Gagasan Festival Kasepuhan di Rangkasbitung

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
20 September 2026
Bagikan
5 menit baca
Sarasehan Budaya Wewengkon Citorek dari rangkaian Seren Taun Kasepuhan Citorek di Kecamatan Cibeber.
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Kabupaten Lebak memiliki kekayaan budaya masyarakat adat yang beragam. Namun, potensi tersebut dinilai belum banyak dikemas menjadi event budaya yang berkelanjutan.

Gagasan untuk menghadirkan Festival Kasepuhan Lebak di pusat kota Rangkasbitung pun mencuat. Festival tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan tradisi, seni, kuliner, kerajinan, hingga produk ekonomi kreatif masyarakat adat kepada wisatawan.

Gagasan itu muncul setelah Sarasehan Budaya Wewengkon Citorek yang menjadi bagian dari rangkaian Seren Taun Kasepuhan Citorek di Kecamatan Cibeber, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Dr. Yosep Holis.

Sarasehan menjadi ruang untuk membicarakan keberlanjutan budaya Kasepuhan Citorek sekaligus peluang pengembangannya melalui pariwisata berbasis masyarakat.

- Advertisement -
Ad image

Ketua Lebak Ekonomi Kreatif (Leekraf) Lebak, Andi Yuliandi, mengatakan Kabupaten Lebak memiliki modal budaya yang besar. Menurutnya, kekayaan itu bukan hanya masyarakat adat Baduy, tetapi juga berbagai komunitas kasepuhan dengan tradisi, ritual, kesenian, kerajinan, dan kearifan lokal yang berbeda-beda.

Baca Juga:

Wagub Banten Puji QRIS: Cepat, Transparan, Lintas Negara
Pohon Tumbang Timpa Pedagang di Lebak, Polisi Bergerak Evakuasi
Kapolres Lebak Cek Kesiapan dan Kesehatan Personel Polsek Panggarangan
85 Kasus Baru HIV di Lebak, Remaja Masjid Didorong Jadi Pelopor Pencegahan

Namun, kekayaan tersebut dinilai belum seluruhnya tampil sebagai kekuatan event budaya yang berkelanjutan.

“Lebak punya banyak masyarakat adat. Itu potensi budaya dan pariwisata yang luar biasa, tapi hanya beberapa saja yang menonjol, terutama terkait event Seren Taun,” ujar Andi kepada Kobarnews.id, Minggu (20/9/2026).

Menurut Andi, kondisi tersebut justru menjadi peluang untuk menghadirkan event yang mempertemukan berbagai kekayaan budaya masyarakat adat Lebak.

Baca Juga:

Petani Pandeglang Menjerit, Sawah Puso dan Diserang Hama
Jadi Ketua HKTI Banten, Andra Soni Jadikan Sitandu Laboratorium Pertanian
HUT Banten ke-26 Tanpa Hura-hura, Pemprov Fokus Acara yang Berdampak
Alun-Alun Rangkasbitung Semarak, Festival Murak Kadu 2026 Resmi Digelar

Dia mengusulkan masyarakat adat dari berbagai kasepuhan di Kabupaten Lebak dapat tampil dalam satu festival yang digelar di pusat kota.

- Advertisement -
Ad image

“Gabungan masyarakat adat yang ada di Kabupaten Lebak sebenarnya bisa disatukan dan dijadikan event di pusat kota Lebak, yaitu Alun-alun Rangkasbitung,” katanya.

Festival Kasepuhan Lebak, lanjut Andi, tidak hanya diisi pertunjukan budaya. Berbagai atraksi tradisi, seni budaya, kuliner lokal, kerajinan, produk UMKM, ekonomi kreatif, hingga pameran kearifan lokal masyarakat adat dapat menjadi bagian dari festival.

Dengan konsep tersebut, masyarakat adat diharapkan tidak hanya menjadi objek tontonan, tetapi juga menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari aktivitas pariwisata.

- Advertisement -
Ad image

Andi menilai event tersebut dapat menjadi alternatif destinasi wisata budaya selain Seba Baduy yang selama ini telah dikenal luas.

Menurutnya, Rangkasbitung memiliki posisi strategis sebagai etalase Kabupaten Lebak. Akses menuju Rangkasbitung juga relatif dekat dengan kawasan pertumbuhan ekonomi Jabodetabek, termasuk BSD Serpong dan Tangerang Selatan.

Baca Juga:

Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Pakai QRIS, Pemprov Banten Gandeng BI
Gubernur Banten Sambangi Keluarga 2 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Gubernur Andra Soni Kunjungi Keluarga 2 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Kapolres Lebak Takziah ke Rumah Jurnalis ANTARA yang Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

“Rangkasbitung sangat dekat dengan akses pasar pertumbuhan ekonomi tinggi dan modern yaitu Jabodetabek, khususnya BSD Serpong, yang menyukai hal-hal yang berbudaya dan memiliki kearifan lokal,” ujarnya.

Artinya, menurut Andi, potensi pasar wisata budaya sebenarnya terbuka. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan budaya tersebut dikemas menjadi pengalaman wisata yang menarik tanpa menghilangkan nilai dan identitas aslinya.

Pemda Diminta Proaktif

Rektor Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) Lebak, Iman Sampurna, M.Pd., juga mendorong pemerintah daerah mengambil peran lebih proaktif dalam membangun ekosistem pariwisata berbasis budaya.

“Peran pemerintah harus proaktif, setidaknya memfasilitasi infrastruktur yang menunjang penguatan pariwisata berbasis local wisdom atau tradisi budaya,” kata Iman Sampurna.

Menurutnya, dukungan infrastruktur penting karena pengembangan wisata budaya tidak cukup hanya mengandalkan atraksi.

Akses, ruang pertunjukan, fasilitas publik, kebersihan, transportasi, promosi, dan pengelolaan event juga menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman wisata.

Ketua GenPi Lebak sekaligus penggiat Pokdarwis Kabupaten Lebak, Yeni Mulyani, menyatakan sepakat dengan gagasan Festival Kasepuhan Lebak.

Menurut Yeni, jika gagasan tersebut direalisasikan, berbagai Seren Taun di wilayah kasepuhan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

“Ke depan Seren Taun di berbagai wilayah kasepuhan tidak lagi berdiri sendiri-sendiri. Berbagai tradisi itu dapat menjadi bagian dari sebuah kalender event budaya Kabupaten Lebak yang lebih terstruktur,” ujar Yeni.

Persoalannya bukan apakah Lebak memiliki kekayaan budaya. Lebak sudah memilikinya.

Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut diangkat, dirawat, dikemas, dan diperkenalkan kepada publik tanpa kehilangan ruh masyarakat adat yang melahirkannya.

Andi menambahkan, Seren Taun bukan hanya momentum untuk bersyukur atas hasil bumi. Tradisi tersebut juga dapat menjadi pengingat bahwa Lebak memiliki modal budaya yang besar untuk membangun pariwisata berbasis masyarakat.

“Sudah waktunya kekayaan kasepuhan Lebak tidak hanya ramai di kampung adat, tetapi juga hadir sebagai wajah budaya Lebak di jantung Rangkasbitung,” pungkas Andi. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Bocah Atqiyya Asal Rangkasbitung Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Gangguan Pernapasan
Selanjutnya 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Diterapkan dalam TKC 2026 Pramuka SMAN 4 Pandeglang
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Ketum DPP KNPI Dukung Kuliah Gratis, Sebut Bisa Cetak SDM Unggul

Pengangguran Serang Masih 8,73 Persen, 3.978 Lowongan Kerja Dibuka

Pemkot Serang Minta Lurah-Camat Teliti Teken Dokumen Tanah

Tekan Stunting, Pemkot Tangsel Targetkan 108 Pos Gizi hingga 2029

Bupati Serang Gandeng MUI-Karang Taruna Awasi Lingkungan, Cegah Kasus Asusila

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

10 Ribu Benih Ikan dan 500 Bibit Jengjeng Disalurkan untuk Warga Cisimeut Raya

Daerah News

Gempa M 4,7 Guncang 58 Km Barat Daya Sumur Pandeglang

Daerah Nasional

Bupati Pandeglang Koordinasi dengan SAR, Buka Peluang Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK Arupadhatu I

Daerah Hukum

Polda Banten Usut Dugaan Kekerasan Seksual Oknum ASN Pemkab Tangerang

Daerah Hukum

Gedung Golkar Lebak Disebut Aset Pemkab, Pemanfaatannya Berstatus Quo

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com