KOBARNEWS.ID, SERANG — Pencarian korban kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki babak baru. Jenazah laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, dipastikan merupakan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Arupadhatu 1.
Korban bernama Surakman alias Sukarman (60). Identitasnya terungkap setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan dan mencocokkan data jenazah dengan data antemortem keluarga.
Jenazah sebelumnya ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
Hasil identifikasi tersebut disampaikan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).
Menurut Hengki, proses identifikasi diawali setelah pihaknya menerima informasi penemuan jenazah di wilayah Pulau Enggano. Biddokkes Polda Banten kemudian berkoordinasi dengan Biddokkes Polda Bengkulu untuk proses identifikasi.
“Setelah menerima informasi adanya penemuan jenazah di wilayah Pulau Enggano, kami berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk dilakukan proses identifikasi dan pencocokan dengan data antemortem dari keluarga korban kapal Arupadhatu 1,” kata Hengki.
Tim DVI memeriksa sejumlah data primer, termasuk sidik jari, data gigi, serta DNA keluarga korban.
Hasil pemeriksaan DNA akhirnya memastikan jenazah yang sebelumnya berstatus Mr X tersebut merupakan , ABK Arupadhatu 1 yang hilang setelah kapal tersebut kehilangan kontak saat melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA oleh Operasi DVI Pusdokkes Polri, jenazah Mr X tersebut secara genetis teridentifikasi sebagai Sukarman (60), yang merupakan ABK kapal Arupadhatu 1 dan salah satu korban hilang kontak saat kapal tersebut melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Hengki.
Teridentifikasinya Sukarman menjadi perkembangan penting dalam penanganan kasus Arupadhatu 1. Jenazah korban ditemukan jauh dari lokasi awal pencarian, setelah kapal yang membawa lima jurnalis dan tiga kru tersebut hilang kontak dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Sementara itu, keberadaan korban lainnya masih dalam tindak lanjut unsur terkait. (Danu/Red)



