Kobarnews.id, LEBAK – Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) terus menggeber penguatan literasi digital dan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Kali ini, USBR menggandeng International Test Center (ITC) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Kerja sama ini mencakup pengembangan literasi digital, sertifikasi kompetensi, peningkatan kualitas SDM, hingga mendorong internasionalisasi perguruan tinggi.
Penandatanganan MoU dihadiri Rektor USBR Iman Sampurna, M.Pd., Wakil Rektor I, UPT Humas, dan Staf Khusus Wakil Rektor I. Dari ITC hadir Direktur International Test Center beserta jajaran.
Rektor USBR Iman Sampurna mengatakan, kolaborasi dengan ITC merupakan bagian dari komitmen kampus untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja yang kian dinamis.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen USBR untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam pengembangan literasi digital, sertifikasi kompetensi, pengembangan sumber daya manusia, dan internasionalisasi perguruan tinggi,” ujar Iman kepada Kobarnews.id, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat perguruan tinggi harus ikut beradaptasi. Kampus dituntut mampu menyiapkan lulusan yang tak hanya kuat secara akademik, tetapi juga punya kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Karena itu, Iman menegaskan, MoU tersebut bukan sekadar seremoni. Kerja sama harus dilanjutkan dengan program konkret dan berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat dilanjutkan dengan berbagai program yang nyata dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa, dosen maupun tenaga kependidikan USBR,” katanya.
Salah satu agenda utama kolaborasi adalah memperkuat literasi digital dan sertifikasi kompetensi. Melalui program ini, sivitas akademika USBR diharapkan punya akses lebih luas untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperoleh kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global.
Tak berhenti di situ. USBR juga membidik posisi lebih besar dalam pengembangan literasi digital di Banten.
Iman berharap, ke depan USBR bisa berkembang menjadi Center of Excellence di bidang literasi digital di wilayah Banten.
“Harapan kami, USBR dapat berkembang menjadi Center of Excellence bidang literasi digital di wilayah Banten. Artinya, USBR bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan dampak yang lebih luas bagi masyarakat serta institusi pendidikan,” ujarnya.
Iman menilai, literasi digital kini bukan lagi sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi. Lebih dari itu, literasi digital mencakup kemampuan memahami, mengolah, memanfaatkan, dan menyikapi informasi secara tepat.
Di lingkungan perguruan tinggi, penguatan kemampuan tersebut dinilai penting agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus memiliki daya saing, baik di level nasional maupun global.
“Kami berharap mahasiswa mendapatkan akses yang lebih luas untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Mereka tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kompetensi yang dapat mendukung daya saing mereka di tingkat nasional maupun global,” katanya.
Penguatan kompetensi juga menyasar dosen dan tenaga kependidikan. Menurut Iman, peningkatan kualitas SDM harus dilakukan secara menyeluruh. Sebab, kualitas tenaga pendidik dan kependidikan ikut menentukan kualitas layanan pendidikan.
“Pengembangan SDM harus dilakukan secara menyeluruh. Dengan peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan, kualitas layanan serta proses pendidikan di USBR juga diharapkan semakin baik,” tuturnya.
Iman menyebut penandatanganan MoU dengan ITC menjadi momentum awal untuk membangun sinergi yang lebih konkret. USBR ingin tumbuh sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, berdaya saing, berorientasi global, namun tetap memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Target kami adalah membangun sinergi yang lebih konkret. MoU ini menjadi momentum awal untuk mengembangkan program-program yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendirian dalam menghadapi perubahan zaman. Kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat pengembangan SDM, literasi digital, sertifikasi kompetensi, sekaligus memperluas kontribusi kampus kepada masyarakat.
“Kami ingin kerja sama ini menjadi langkah awal dari kolaborasi yang lebih luas. Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi dengan berbagai pihak agar pengembangan SDM, literasi digital, dan kompetensi dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red/Dian)




