kobarnews.id
Sabtu, 26 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Kabupaten Pandeglang
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Lebak
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahNewsTeknoViral

Petani Pandeglang Menjerit, Sawah Puso dan Diserang Hama

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
26 September 2026
Bagikan
3 menit baca
Salah satu pesawahan di Pandeglang yang gagal panen.
Bagikan

Kobarnews.id, PANDEGLANG, – Nasib petani di Kelurahan Pagadungan, Kabupaten Pandeglang, Banten, makin berat. Sawah mereka mengalami puso akibat kemarau panjang yang membuat lahan kekurangan air. Tanaman juga dihantam serangan hama ganjur hingga tak menghasilkan panen.

Bukan cuma kehilangan hasil panen, petani juga dibuat pusing dengan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Biaya produksi pun membengkak, sementara hasil yang diharapkan justru amblas.

Maman, petani penggarap dari Kelompok Tani Bukit Aren, mengaku kerugian tahun ini menjadi yang terparah selama 15 tahun terakhir bertani. Tanaman yang sudah dirawat selama tiga bulan tidak menghasilkan apa-apa.

“Tiga bulan saya tanam, tidak ada hasil sedikit pun. Kemarau tidak ada air, ditambah penyakit ganjur. Habis semua,” kata Maman kepada  wartawan, Sabtu (26/9/2026).

- Advertisement -
Ad image

Menurut Maman, persoalan petani di Pagadungan bukan sekadar kemarau. Masalah air irigasi dan pupuk bersubsidi juga menjadi persoalan yang belum kunjung tuntas.

Baca Juga:

Pohon Tumbang Timpa Pedagang di Lebak, Polisi Bergerak Evakuasi
Kapolres Lebak Cek Kesiapan dan Kesehatan Personel Polsek Panggarangan
85 Kasus Baru HIV di Lebak, Remaja Masjid Didorong Jadi Pelopor Pencegahan
Jadi Ketua HKTI Banten, Andra Soni Jadikan Sitandu Laboratorium Pertanian

“Masalah terbesar ada dua, air sama pupuk,” ujarnya.

Dia mengatakan, jaringan irigasi yang bersumber dari mata air utama belum diperbaiki secara merata. Akibatnya, sebagian lahan tidak mendapatkan pasokan air yang cukup ketika musim kemarau datang.

Persoalan pupuk ikut memperparah kondisi petani. Meski sudah bergabung dalam kelompok tani, mereka masih kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.

Baca Juga:

HUT Banten ke-26 Tanpa Hura-hura, Pemprov Fokus Acara yang Berdampak
Alun-Alun Rangkasbitung Semarak, Festival Murak Kadu 2026 Resmi Digelar
Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Pakai QRIS, Pemprov Banten Gandeng BI
Gubernur Banten Sambangi Keluarga 2 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Alhasil, modal yang dikeluarkan petani terus bertambah. Mereka sudah mengeluarkan biaya untuk mengolah lahan dan menanam, tetapi hasilnya hilang akibat sawah kekurangan air dan tanaman terserang hama.

- Advertisement -
Ad image

Sejumlah bantuan pemerintah memang telah diberikan, antara lain benih dan alat mesin pertanian. Namun, bagi petani, bantuan tersebut belum menyelesaikan persoalan utama.

Benih tidak banyak berarti jika sawah tetap tidak mendapatkan air yang cukup.

Petani meminta pemerintah tidak hanya turun tangan setelah sawah mengalami puso. Perbaikan jaringan irigasi dinilai mendesak agar lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air, terutama saat kemarau.

- Advertisement -
Ad image

Ketersediaan pupuk bersubsidi juga diminta dibenahi. Petani berharap pupuk dapat tersedia dan mudah diperoleh saat memasuki musim tanam.

Jika persoalan air dan pupuk tidak segera dibenahi, petani khawatir kejadian serupa kembali terulang pada musim tanam berikutnya.

Baca Juga:

Gubernur Andra Soni Kunjungi Keluarga 2 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Kapolres Lebak Takziah ke Rumah Jurnalis ANTARA yang Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau
Ketum DPP KNPI Dukung Kuliah Gratis, Sebut Bisa Cetak SDM Unggul
Pengangguran Serang Masih 8,73 Persen, 3.978 Lowongan Kerja Dibuka

Bagi petani, gagal panen bukan hanya soal hilangnya hasil produksi. Modal yang sudah dikeluarkan ikut terkuras, sementara mereka harus kembali mencari biaya untuk menanam pada musim berikutnya. (Red/Fid)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Jadi Ketua HKTI Banten, Andra Soni Jadikan Sitandu Laboratorium Pertanian
Selanjutnya 85 Kasus Baru HIV di Lebak, Remaja Masjid Didorong Jadi Pelopor Pencegahan
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Pemkot Serang Minta Lurah-Camat Teliti Teken Dokumen Tanah

Tekan Stunting, Pemkot Tangsel Targetkan 108 Pos Gizi hingga 2029

Bupati Serang Gandeng MUI-Karang Taruna Awasi Lingkungan, Cegah Kasus Asusila

10 Ribu Benih Ikan dan 500 Bibit Jengjeng Disalurkan untuk Warga Cisimeut Raya

Gempa M 4,7 Guncang 58 Km Barat Daya Sumur Pandeglang

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Nasional

Bupati Pandeglang Koordinasi dengan SAR, Buka Peluang Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK Arupadhatu I

Daerah Hukum

Polda Banten Usut Dugaan Kekerasan Seksual Oknum ASN Pemkab Tangerang

Daerah Hukum

Gedung Golkar Lebak Disebut Aset Pemkab, Pemanfaatannya Berstatus Quo

Daerah Hukum

Polda Banten Ungkap Tambang Tanah Urug Ilegal di Curugbitung, 1 Tersangka Ditahan

Daerah Inspirasi

Bukan Sekadar Kemah, Pramuka Lebak Bersih-bersih Masjid hingga Susur Sungai

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com