Kobarnews.id, TANGERANG – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong optimalisasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS di kabupaten dan kota se-Banten. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Hal itu disampaikan Dimyati saat menghadiri Sosialisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) di Hotel Le Semar, Karawaci, Kabupaten Tangerang, Rabu (30/9/2026).
Sosialisasi tersebut menyasar sejumlah instansi, mulai dari perusahaan, sekolah hingga perguruan tinggi. Dimyati mengatakan kegiatan di Kabupaten Tangerang menjadi penutup rangkaian sosialisasi pengelolaan ZIS-DSKL yang digelar di seluruh wilayah Banten pada 2026.
Menurut Dimyati, keberadaan UPZ diperlukan untuk membantu BAZNAS menjangkau lebih banyak muzaki atau pihak yang wajib membayar zakat. Dana yang dihimpun kemudian disalurkan kepada mustahik atau penerima zakat.
“Karena rentang kendalinya luas, maka perlu dibangun sub unit BAZNAS, yakni UPZ. Contohnya, di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga telah dibentuk UPZ,” kata Dimyati dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Dia berharap pembentukan UPZ juga dilakukan oleh perusahaan dan sekolah di Banten.
“Kami berharap ke depan, perusahaan-perusahaan maupun sekolah-sekolah turut membentuk UPZ,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Banten Prof Wawan Wahyudin mengatakan sosialisasi pengelolaan ZIS-DSKL di Kabupaten Tangerang menjadi kegiatan penutup pada 2026. Dia mengapresiasi dukungan Pemprov Banten dalam kegiatan tersebut.
“Inti dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk meningkatkan partisipasi publik, khususnya masyarakat Banten, agar lebih memberdayakan BAZNAS sekaligus meningkatkan jumlah muzaki (wajib zakat),” ujar Wawan. (Red/Rez)



