kobarnews.id
Sabtu, 3 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • LapasCibinong
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahNewsPemerintahanViral

Bupati Lebak Jajaki Kerja Sama Sampah dengan Spanyol, Tenun Baduy Dibidik Pasar Global

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
2 Oktober 2026
Bagikan
4 menit baca
Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya saat menjajaki kerjasama dengan mitra dari Spanyol.
Bagikan

Kobarnews.id, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Lebak mulai menjajaki kerja sama dengan mitra dari Spanyol dan Indonesia untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi.

Tak hanya urusan sampah, Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya juga membawa misi lain. Dia memperkenalkan Tenun Baduy sebagai produk budaya unggulan Lebak yang berpotensi dipasarkan lebih luas hingga mancanegara.

Penjajakan tersebut dilakukan Hasbi saat bertemu 7WR ENVIRO dari Spanyol dan iCrema Global Kreasi dari Indonesia di Kedutaan Besar Spanyol, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan disesuaikan dengan kondisi Kabupaten Lebak.

- Advertisement -
Ad image

Hasbi menilai persoalan sampah tak bisa hanya diselesaikan dengan mengangkut sampah kemudian membuangnya ke tempat pembuangan akhir.

Baca Juga:

Gubernur Banten Bidik 8 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis
Baru 11 Ribu Warga Pandeglang Aktifkan IKD, Disdukcapil Kini Sasar ASN
Bangun Komunikasi dengan Tokoh Agama, Kapolres Lebak Silaturahmi ke Ponpes Al-Hidayah
Revitalisasi Taman Kota Ciruas Dimulai, Telan Anggaran Rp3 Miliar

Menurutnya, pengelolaan harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Mulai dari sumber sampah, pemilahan, hingga pengolahan.

“Pertemuan ini menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan pengelolaan sampah sekaligus melihat peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Hasbi.

Dalam pertemuan itu, 7WR ENVIRO memaparkan pengalaman dan perspektif terkait teknologi serta sistem pengelolaan sampah.

Baca Juga:

Soroti Maraknya Tambang Ilegal, Pemkab Serang Bentuk Satgas Gabungan
TMMD ke-130 Digelar di Cibeber Lebak, Sasar Infrastruktur Jalan hingga Rehab Rumah
Kapolsek Malingping Sambangi Tokoh Agama, Bahas Kamtibmas
Usai Dilantik Jadi Kapolri, Suyudi Bersimpuh di Hadapan Ibunda

Sementara iCrema Global Kreasi berperan sebagai mitra komunikasi yang menjembatani pembahasan antarpihak.

- Advertisement -
Ad image

Hasbi menegaskan, kerja sama tersebut masih sebatas penjajakan. Pemkab Lebak belum menentukan bentuk kolaborasi dan masih mengkaji berbagai opsi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Pengelolaan sampah perlu dibahas secara lebih menyeluruh agar dapat ditemukan pendekatan yang sesuai dengan kondisi daerah,” ujarnya.

Hasbi mengatakan, kerja sama dengan pihak luar tetap harus berpijak pada kondisi dan kebutuhan masyarakat Lebak.

- Advertisement -
Ad image

Karena itu, komunikasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan untuk mencari pola pengelolaan sampah yang bisa diterapkan secara bertahap.

“Diharapkan melalui komunikasi dan kerja sama multipihak dapat ditemukan pendekatan yang tepat dan dapat diterapkan secara bertahap,” katanya.

Baca Juga:

Kemenag Lebak Lepas 33 Peserta OMI 2026 untuk Berlaga di Tingkat Provinsi Banten
SD Negeri Pasirjaksa Pandeglang Direvitalisasi Rp 1,15 Miliar, Warga Ikut Terlibat
Polda Banten Gelar Lomba Tumpeng, Tekankan Kekompakan Bhayangkari
Jelang Umrah, Muhamad Nasrudin Gelar Tasyakuran

Tenun Baduy Go Global

Di tengah pembahasan soal sampah, Hasbi turut memperkenalkan Tenun Baduy. Produk budaya khas Kabupaten Lebak itu dinilai punya peluang untuk diperkenalkan lebih luas ke pasar internasional.

Pengenalan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Lebak membuka ruang promosi bagi produk lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi para pengrajin dan pelaku usaha.

“Pengenalan Tenun Baduy merupakan salah satu upaya agar produk khas daerah semakin dikenal dan diminati di mancanegara,” ungkap Hasbi.

Menurutnya, Tenun Baduy bukan sekadar produk kerajinan. Di dalamnya melekat tradisi dan identitas budaya yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Khususnya bagi para pengrajin dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Lebak.

Hasbi berharap pengenalan Tenun Baduy di forum internasional dapat membuka akses pasar dan peluang kerja sama baru.

“Diharapkan pengenalan tenun khas Lebak dapat memberikan peluang yang lebih luas bagi produk lokal sekaligus mendukung peningkatan taraf ekonomi para pengrajinnya,” paparnya.

Hasbi menambahkan, Pemkab Lebak akan terus membuka komunikasi dengan berbagai pihak. Baik untuk kerja sama di bidang lingkungan maupun pengembangan produk lokal.

Menurutnya, setiap peluang kolaborasi harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk melihat peluang yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Hasbi.

Dia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada tahap penjajakan. Pembahasan diharapkan berlanjut menjadi kerja sama konkret di bidang pengelolaan lingkungan sekaligus membuka akses lebih luas bagi produk khas Lebak ke pasar luar daerah.

“Kami berharap setiap peluang yang dibahas dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Baru 11 Ribu Warga Pandeglang Aktifkan IKD, Disdukcapil Kini Sasar ASN
Selanjutnya Gubernur Banten Bidik 8 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Pergub Ponpes, antara Produk Hukum dan Kebermanfaatan

Tax Goes to Campus, DJP Banten Tingkatkan Kesadaran Pajak Mahasiswa UPH

Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Mulai Dipungut, Pemerintah Pastikan Tak Ada Pajak Ganda

Polres Lebak Bangun Sumur Bor untuk Bantu Warga Desa Lebakasih

Wabup Lebak Dorong Revitalisasi Pasar Malingping yang Dinilai Tak Layak

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Pemerintahan

180 ASN Kota Serang Bakal Masuk Masa Pensiun, 87 di Antaranya Guru Ahli Madya

Daerah Ekbis

Wagub Banten Dorong Perusahaan-Sekolah Bentuk UPZ untuk Perluas Pengumpulan Zakat

Daerah Hukum

Kapolsek Malingping Hadiri Musdes Penyusunan RKP Desa Kadujajar

Daerah News

Wabup Lebak Bahas Pengembangan Cilangkahan, Dorong Terminal hingga Pasar

Daerah News

Jawaban Fraksi DPRD soal APBD 2027, Bupati Lebak Soroti Prioritas Pembangunan

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com