kobarnews.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahPemerintahanPendidikanViral

Hari Sarjana Bukan Sekadar Soal Gelar, Rektor USBR: Sarjana Harus Jadi Problem Solver

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
29 September 2026
Bagikan
5 menit baca
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Jangan bangga dulu dengan gelar sarjana yang nangkring di belakang nama. Sebab, gelar bukan garis finis. Justru menjadi awal tanggung jawab untuk ikut menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Pesan itu disampaikan Rektor Universitas Setiabudi Rangkasbitung (USBR), Iman Sampurna, M.Pd., saat menjadi narasumber dalam program “Banten Menyapa” RRI Banten, Selasa (29/9/2026), bertepatan dengan momentum Hari Sarjana Nasional.

Menurut Iman, Hari Sarjana jangan cuma dijadikan seremoni untuk merayakan keberhasilan menuntaskan pendidikan tinggi.

Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi bahan refleksi mengenai peran pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup dan mendorong perubahan sosial.

- Advertisement -
Ad image

“Pendidikan itu penting. Dengan pendidikan kita bisa mengangkat derajat ekonomi keluarga maupun melakukan perubahan-perubahan di masyarakat,” ujar Iman.

Baca Juga:

Wagub Banten Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Lewat Trade Expo Indonesia
Kapolda Banten Silaturahmi ke Abuya Muhtadi dan Abuya Murtadlo, Perkuat Sinergi Ulama-Polri
Disnakertrans Kabupaten Serang Gelar Pelatihan Barista untuk Desa Wisata
Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel Rusak 7 Ruko, Sejumlah Warga Terluka

Namun, dia mengingatkan, gelar sarjana bukanlah tiket untuk berhenti belajar. Di balik gelar itu ada tanggung jawab sosial, integritas dan amanah yang harus dibuktikan melalui tindakan nyata.

Apalagi, kata Iman, daerah seperti Lebak tidak hanya membutuhkan sarjana yang pintar secara akademik. Yang dibutuhkan adalah lulusan perguruan tinggi yang mampu membaca persoalan, mengolah data, melakukan riset dan menawarkan solusi.

“Di Lebak tidak boleh cuma pintar. Sarjana harus menjadi penggerak inovasi dan problem solver di masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:

Pansus V DPRD Pandeglang Dorong Pengelolaan Aset Daerah Lebih Optimal
Viral! Mahar Pernikahan Wanita Asal Pandeglang, Disebut Dapat Rp 1,5 Miliar hingga Kebun Sawit
Ketua Fraksi Gerindra Soroti Kinerja OPD Kabupaten Serang: Jangan Cuma Seremonial!
Bupati Lebak Hadiri Kick-off Pembangunan 104 Huntap Korban Bencana

Iman mengatakan, kemampuan berpikir kritis, objektif dan sistematis yang diperoleh di bangku kuliah harus dibawa keluar kelas. Ilmu tersebut harus dipakai untuk menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

- Advertisement -
Ad image

Persoalan di desa, misalnya, bisa menjadi laboratorium bagi para sarjana untuk melakukan kajian sekaligus melahirkan inovasi yang sesuai kebutuhan warga.

Begitu juga dengan perkembangan teknologi. Menurut Iman, teknologi harus dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan daerah, bukan sekadar menjadi pengetahuan di ruang kuliah.

Digitalisasi masyarakat dan pengembangan UMKM berbasis digital menjadi salah satu bidang yang bisa digarap kaum sarjana.

- Advertisement -
Ad image

“Ilmu pengetahuan dan teknologi hasilnya harus digunakan dan dimanfaatkan untuk efektivitas ekonomi dan pembangunan, sehingga teknologi itu tepat guna,” ujarnya.

Kolaborasi Jadi Kunci

Baca Juga:

Warga Malingping Adukan Jalan Rusak ke Fraksi PKS DPRD Banten, Minta Masuk Program Bang Andra 2027
Puskesmas Petir Gandeng Paraji, Persalinan Wajib di Fasilitas Kesehatan
Santri Ponpes Al-Mu’awanah Sambut Haru Kedatangan Polisi, Doakan Keselamatan Personel
Gebrakan Awal Kadisparpora Kota Serang, Ahmad Nuri Gagas Gerakan Pemuda Jaga Kamtibmas

Iman juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mendorong pembangunan daerah.

Menurutnya, sarjana dan perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendirian. Dibutuhkan sinergi antara akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah dan media.

Masing-masing memiliki peran. Perguruan tinggi menghasilkan pengetahuan dan sumber daya manusia. Dunia usaha membuka ruang ekonomi. Komunitas menjadi kekuatan masyarakat. Pemerintah menghadirkan kebijakan. Sementara media menyebarluaskan informasi sekaligus mengawal perubahan yang terjadi.

“Penggerak pembangunan itu harus kolaboratif,” katanya.

Karena itu, paradigma mengenai lulusan perguruan tinggi juga harus diubah. Sarjana jangan hanya disiapkan menjadi pencari kerja.

“Lulusan sarjana bukan hanya untuk mencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan membuat inovasi-inovasi perubahan di masyarakat,” tegas Iman.

Konsekuensinya, perguruan tinggi harus terus berbenah. Kurikulum harus menyesuaikan perkembangan dunia kerja sekaligus kebutuhan masyarakat.

Pembelajaran berbasis masalah atau problem based learning, riset, magang, pengabdian kepada masyarakat hingga kolaborasi dengan dunia industri dan pemerintah dinilai penting untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata.

Kampus Jangan Jadi Menara Gading

Iman mengingatkan, kampus jangan sampai menjadi “menara gading” yang sibuk dengan urusan akademik tetapi jauh dari persoalan masyarakat.

Mahasiswa harus diberi ruang untuk belajar langsung dari kehidupan. Bukan hanya duduk di ruang kelas, tetapi juga melalui magang, riset, pertukaran mahasiswa dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Kampus harus mampu berkolaborasi dengan pemerintah maupun dunia industri,” katanya.

Dia juga mendorong perguruan tinggi memanfaatkan berbagai program magang dan peningkatan kompetensi pemuda yang disediakan pemerintah.

Sebab, pengalaman di lapangan akan membantu mahasiswa memahami realitas dunia kerja sekaligus membangun kompetensi yang dibutuhkan setelah lulus.

Menurut Iman, ukuran keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup hanya dihitung dari berapa banyak mahasiswa yang lulus dan menyandang gelar sarjana.

Yang lebih penting, seberapa besar lulusan tersebut mampu memberikan dampak bagi masyarakat.

Dan di atas semuanya, ada satu modal yang tak boleh ditinggalkan: integritas.

“Kita tidak kekurangan orang pintar, tetapi sangat membutuhkan orang jujur,” ujarnya.

Menutup perbincangan, Iman mengingatkan para sarjana agar tidak menjadikan gelar sebagai alasan untuk menjaga jarak dengan masyarakat.

Sebaliknya, kaum terdidik harus turun tangan dan ikut mengambil peran dalam pembangunan.

“Jangan menjadikan kita penonton dalam panggung pembangunan, melainkan kita harus menjadi aktor utama dalam membawa perubahan di daerah kita,” katanya.

Bagi Iman, masa depan Banten dan Lebak bukan semata-mata ditentukan oleh banyaknya gelar yang melekat di belakang nama.

Tetapi oleh seberapa jauh kaum terdidik mau peduli, turun tangan, berinovasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Perampingan SOTK Lebak Dibahas Lagi, OPD Gemuk Tunggu Kajian
Selanjutnya Atap Madrasah Al Falah di Karang Tanjung Diduga Rusak Tergerus Kabel Provider
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Festival Pop Singer Banten 2026 Dibuka untuk Umum, Catat Jadwalnya!

Disbudpar Lebak Perkuat Pelestarian dan Penetapan Status Cagar Budaya

Bupati Lebak Teken MoU Pengembangan Ekonomi Padi Terintegrasi 2026

DPRD Pandeglang Siap Kawal Peningkatan Layanan RSUD Berkah, Soroti Freezer Jenazah Rusak

Muhadi: Pendidikan Agama Anak Dimulai dari Lingkungan Keluarga

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Ekbis

Bedolan Pamarayan Digelar 17 Oktober, Warga Diimbau Utamakan Keselamatan

Daerah Hukum

Kapolda Banten Sambangi DPRD, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Daerah Infrastruktur

Jalan Menuju Dalung di Kota Serang Rusak dan Berlubang, Warga Keluhkan Bahaya Kecelakaan

Barjas Daerah

Dindikpora Pandeglang Siapkan Popda 2028, Pelatihan Pemuda Digelar untuk 5 OKP

Daerah Inspirasi

Bukan Cuma Seremonial Ulang Tahun, Forum Wartawan Banten Pilih Ketuk Pintu Langit Lewat Santunan Yatim

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com