Kobarnews.id, PANDEGLANG – Tangis keluarga pecah saat jenazah Surakman, anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1, tiba di kampung halamannya, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (24/9/2026).
Surakman merupakan satu dari delapan orang di kapal Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda. Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan dua kru lainnya saat melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).
Jenazah Surakman tiba di Masjid Jami Al-Khusaeni, Carita, sekitar pukul 10.30 WIB. Keluarga langsung menyambut kedatangan jenazah dengan isak tangis.
Jenazah kemudian disalatkan di masjid sekitar pukul 11.11 WIB. Setelah itu, Biddokkes Polda Banten menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Prosesi serah terima dihadiri Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono, anak korban Yayat Suryadi, serta Kabiddokkes DVI Polda Banten Kombes Pol I Gusti Gede Dharma Arimbawa.

Usai serah terima, keluarga membawa jenazah menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kidemang, Carita. Surakman kemudian dimakamkan sekitar pukul 11.27 WIB.
“Kami dari Biddokkes Polda Banten hari ini menyerahkan jenazah salah satu korban dari delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda,” kata Dharma.
Menurut Dharma, Surakman telah dinyatakan teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan DNA. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Kapolda Banten sehari sebelumnya.
Dharma mengatakan, tim Biddokkes Polda Banten menjemput jenazah Surakman di Bandara Soekarno-Hatta setelah menerima serah terima dari Biddokkes Polda Bengkulu.
“Dan kami serahkan siang ini kepada pihak keluarga. Kami menyampaikan turut berdukacita dan berbelasungkawa kepada keluarga almarhum. Semoga arwah almarhum diterima di sisi-Nya,” ujarnya.
Dijemput dari Bandara Soekarno-Hatta
Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono, S.IK, SH, MH mengatakan, pihaknya ikut menjemput jenazah Surakman setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 07.30 WIB.
Sonny memastikan proses pemulangan jenazah hingga ke rumah duka berlangsung lancar tanpa hambatan.
“Kami menjemput almarhum, penerbangan sekitar pukul 07.30 WIB sudah tiba di Cengkareng, Jakarta. Sampai di kampung halamannya tidak kurang satu apa pun dan tidak ada hambatan,” kata Sonny kepada wartawan di lokasi.

Surakman menjadi satu-satunya dari delapan orang di kapal Arupadhatu 1 yang telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi.
Jenazah Surakman sebelumnya ditemukan warga di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Setelah melalui proses identifikasi, jenazah kemudian dipulangkan ke Pandeglang untuk dimakamkan di kampung halaman.
Sementara itu, tujuh orang lainnya beserta kapal Arupadhatu 1 hingga kini masih belum ditemukan.
Sonny meminta masyarakat terus mendoakan proses pencarian para korban.
“Kami harapkan mohon doanya kepada masyarakat dan rekan-rekan yang lain, tujuh orang lagi bisa juga diketemukan,” ujarnya. (Red/Fid)




