Kobarnews.id, SERANG – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah membuka Festival Ketenagakerjaan atau Naker Fest 2026 di Universitas Faletehan, Desa Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Kamis (24/9/2026).
Naker Fest 2026 sebelumnya dijadwalkan pada awal September. Namun, kegiatan tersebut ditunda karena aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
“Sedianya kegiatan ini sudah dijadwalkan pada awal bulan ini. Namun karena wilayah kita khususnya terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, maka saat itu saya tunda dulu. Karena pasti tidak akan ada yang hadir,” kata Ratu.
“Alhamdulillah hari ini Naker Fest bisa dilaksanakan di Universitas Faletehan,” sambungnya.
Pembukaan Naker Fest ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Ratu Rachmatuzakiyah bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana dan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang Abdul Basit.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang Diana Ardhianty Utami, jajaran pejabat daerah, serta pimpinan perusahaan.
Ratu mengatakan Naker Fest digelar dalam rangkaian menjelang Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi bursa kerja, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan.
“Naker Fest Kabupaten Serang dalam rangka menjelang Hari Ulang Tahun Kabupaten Serang yang ke-500, secara resmi saya nyatakan dibuka,” ujarnya.
Ratu menyoroti angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Serang yang saat ini masih berada di angka 8,73 persen. Meski turun 0,4 poin, dia menilai angka tersebut masih perlu menjadi perhatian.
“Kita masih di angka 8,73 persen untuk tingkat pengangguran terbuka, dan ini masih termasuk cukup tinggi,” tegasnya.
Menurut Ratu, perkembangan teknologi, industri, dan digitalisasi membuat kebutuhan dunia kerja berubah dengan cepat. Karena itu, pencari kerja dituntut memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kita menyadari dinamika dunia kerja berkembang sangat cepat. Perubahan teknologi, perkembangan industri, digitalisasi, semua menuntut pencari kerja memiliki kompetensi dan keahlian yang terapan,” jelasnya.
Pemkab Serang, kata Ratu, terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi keahlian, serta perluasan akses informasi dan kesempatan kerja.
Dia menegaskan persoalan ketenagakerjaan tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, lembaga pendidikan, dan masyarakat diperlukan.
“Tantangan ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Kita butuh kolaborasi, sinergi terpadu, terkoordinasi, dan terintegrasi bersama dunia industri, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta masyarakat,” katanya.
Ratu berharap Naker Fest dapat mendorong kemitraan antara pemerintah, pelaku usaha, dan institusi pendidikan. Dengan begitu, angkatan kerja muda Kabupaten Serang dapat lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja di era digital.
Dia juga mengapresiasi perusahaan dan pelaku industri yang telah membuka peluang kerja bagi masyarakat Kabupaten Serang.
“Kita harapkan Naker Fest ini memacu transformasi ketenagakerjaan di era digitalisasi sekaligus memberi ruang bagi angkatan kerja muda. Terima kasih kepada seluruh pimpinan perusahaan atas komitmen membuka peluang pekerjaan bagi anak-anak kita di Kabupaten Serang,” pungkasnya. (Red)




