Kobarnews.id, LEBAK – Keluarga akseptor di Kabupaten Lebak, Banten, didorong memanfaatkan peluang ekonomi digital melalui pelatihan affiliate marketing. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi keluarga.
Pelatihan digelar selama empat hari mulai Selasa (22/9/2026) di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Tailor Made Training (TMT) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP). Materi pelatihan difokuskan pada keterampilan pemasaran digital.
Program ini juga mendukung Program Peningkatan Pendapatan Usaha Keluarga Akseptor (PPUKA), khususnya dalam memperkuat kemampuan keluarga akseptor memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usaha dan peningkatan pendapatan.
Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, membuka kegiatan pelatihan tersebut.
Pelatihan menghadirkan Adi Fikri Humaedi sebagai instruktur affiliate marketing. Para peserta mendapat pembekalan mengenai pemanfaatan berbagai kanal digital untuk pemasaran dan pengembangan peluang usaha.
Affiliate marketing merupakan model pemasaran digital yang memungkinkan seseorang memperoleh komisi dengan mempromosikan produk atau jasa melalui kanal digital dan tautan afiliasi.
Dalam pelatihan, peserta diajarkan cara memilih produk yang memiliki peluang pasar, menyusun materi promosi, membuat konten, memanfaatkan media sosial, hingga membangun strategi pemasaran digital.
“Melalui pelatihan ini, keluarga akseptor tidak hanya ditempatkan sebagai pengguna teknologi digital, tetapi juga didorong untuk mengambil peran sebagai pelaku pemasaran,” ujar Tuti.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi salah satu alternatif bagi keluarga untuk mengembangkan kegiatan ekonomi. Hal ini sejalan dengan konsep TMT yang dirancang untuk mendekatkan pelatihan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja, peluang usaha, dan kompetensi masyarakat.
Bagi keluarga akseptor, affiliate marketing dapat menjadi alternatif untuk memulai aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan perangkat digital yang sudah dimiliki. Model tersebut tidak selalu membutuhkan toko fisik maupun modal usaha dalam jumlah besar.
Meski demikian, pemasaran melalui sistem afiliasi tetap membutuhkan keterampilan, kreativitas, konsistensi, kemampuan membuat konten, serta pemahaman terhadap karakter konsumen dan platform digital.
“Pelatihan selama empat hari ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan praktik dan penerapan keterampilan oleh peserta sampai bisa,” kata Adi Fikri.
Melalui pendekatan pemasaran digital tersebut, program PPUKA diharapkan dapat memperluas pilihan kegiatan ekonomi bagi keluarga akseptor di Kabupaten Lebak.
Dengan keterampilan affiliate marketing, peserta diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas pemasaran, membangun peluang usaha, dan menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
“Teknologi digital tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar, berkarya, berwirausaha, dan menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Adi Fikri. (Red/Dian)




