Kobarnews.id, SERANG – Ada rumah yang dibangun untuk menunjukkan kemapanan. Ada pula rumah yang dibangun sekadar agar sebuah keluarga memiliki tempat berteduh. Di Perumahan Sukawana Asri, Kelurahan Sukawana, Kecamatan Curug, Kota Serang, terdapat sebuah rumah yang mencoba mengambil jalan berbeda. Rumah itu diberi nama Rumah Chogah 2.0.
Tidak besar dan tidak berlebihan. Namun, halaman dan ruang dalamnya dipenuhi tanaman, buku, karya seni, meja kerja, serta berbagai benda yang menunjukkan kehidupan penghuninya.
Rumah ini pernah menjadi salah satu rumah warga yang dilibatkan dalam representasi aspek Perumahan Rakyat pada penilaian Posyandu 6 SPM Tingkat Kota Serang 2026. Posyandu Wijaya Asri sendiri berhasil meraih peringkat pertama tingkat Kota Serang dan kemudian mewakili Kota Serang dalam penilaian tingkat Provinsi Banten.
Namun, bagi Setiawan Chogah, keterlibatan rumahnya dalam proses tersebut bukan alasan utama mengapa rumah itu dirawat dengan cara demikian.
Rumah ini sebenarnya tidak saya bangun untuk sebuah lomba. Saya memang ingin rumah ini menjadi tempat yang nyaman untuk menjalani kehidupan sehari-hari.”
Rumah yang Tidak Berjarak dengan Alam
Salah satu hal pertama yang terasa ketika melihat Rumah Chogah 2.0 adalah banyaknya tanaman. Pepohonan tumbuh di halaman, sementara tanaman ditempatkan di berbagai sudut rumah. Sebagian bahkan dibiarkan berkembang mengikuti ruang yang tersedia.
Bagi Setiawan, keberadaan tanaman berkaitan dengan cara seseorang berhubungan dengan lingkungan. Ia menikmati proses melihat sesuatu tumbuh dan berubah secara perlahan.
Saya suka melihat sesuatu tumbuh. Ada proses yang tidak bisa kita percepat. Kita hanya bisa merawatnya.”
Karena itu, halaman rumah tidak sekadar menjadi ruang luar, tetapi menjadi bagian dari kehidupan rumah itu sendiri. Pohon memberikan keteduhan, tanaman menghadirkan warna, sementara permukaan kerikil menciptakan tekstur yang membuat area luar terasa menyatu dengan bangunan.
Konsep biophilic design diterapkan secara sederhana. Alam tidak sepenuhnya diletakkan di luar pagar, tetapi dibiarkan ikut tinggal bersama penghuni. Cahaya matahari, udara terbuka, pepohonan, dan tanaman menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari di dalam rumah.
Rumah yang Tumbuh Bersama Penghuninya
Rumah Chogah 2.0 juga memperlihatkan gagasan bahwa sebuah rumah tidak harus selesai dalam satu waktu. Beberapa bagian rumah terus berubah seiring kebutuhan penghuninya. Tanaman tumbuh, koleksi buku bertambah, perabot dapat berpindah, dan fungsi ruang bisa berubah mengikuti kehidupan.
Saya tidak pernah menganggap rumah sebagai sesuatu yang selesai ketika bangunannya selesai. Rumah terus berubah mengikuti orang yang tinggal di dalamnya.”
Gagasan tersebut terasa penting terutama dalam konteks hunian sederhana. Rumah tidak harus langsung memiliki semua yang diinginkan pemiliknya. Ia bisa dibangun sedikit demi sedikit, dirawat, diperbaiki, dan ditambahkan ketika ada kemampuan.
Dengan cara pandang seperti itu, rumah bukan sekadar produk yang selesai ketika serah terima bangunan dilakukan. Rumah menjadi sesuatu yang terus berkembang bersama penghuninya.
Ruang untuk Bekerja dan Berhenti
Setiawan merupakan pekerja independen yang banyak menjalankan aktivitas pekerjaannya dari rumah. Karena itu, Rumah Chogah 2.0 memiliki peran ganda: sebagai tempat bekerja sekaligus tempat memulihkan diri.
Laptop dapat dibawa ke halaman, buku dibaca di ruang duduk, sementara percakapan dengan tamu dapat berlangsung di sudut kebun. Salah satu ruang kecil di halaman bahkan diberi nama Pandora Corner, sebuah tempat sederhana untuk duduk dan berhenti sejenak.
Saya ingin punya ruang untuk tidak melakukan apa-apa sebentar. Duduk, minum kopi, melihat tanaman, dan membiarkan pikiran berjalan.”
Bagi Setiawan, jeda memiliki nilai yang sama pentingnya dengan aktivitas, terutama karena banyak pekerjaannya berkaitan dengan ide dan kreativitas. Rumah dengan demikian tidak hanya menjadi tempat untuk menghasilkan sesuatu, tetapi juga tempat untuk mengisi kembali energi dan gagasan.
Rumah yang Menyimpan Cerita
Masuk ke dalam rumah, karakter yang berbeda segera terlihat. Buku, poster, foto, karya seni, dan berbagai benda personal memenuhi ruang. Rumah tersebut terasa seperti kumpulan fragmen kehidupan yang tumbuh dari perjalanan penghuninya.
Tidak semuanya baru dan tidak semuanya seragam. Namun, justru ketidaksempurnaan tersebut membuat rumah terasa dihuni, bukan seperti ruang pajang.
Sebagai penulis, Setiawan membiarkan buku menjadi bagian dari ruang hidupnya. Buku-buku yang ada bukan semata koleksi dekoratif, melainkan bagian dari perjalanan membaca, berpikir, dan menulis.
Saya ingin orang yang datang ke rumah ini bisa membaca sedikit tentang siapa saya tanpa harus saya jelaskan semuanya.”
Rumah pun berubah menjadi semacam autobiografi dalam bentuk ruang. Ada hal-hal yang tidak perlu diceritakan dengan kata-kata karena sudah hadir melalui benda-benda yang dipilih untuk tinggal di dalamnya.
Rumah yang Cukup
Rumah Chogah 2.0 pada akhirnya bukan cerita tentang rumah besar. Ia justru bercerita tentang bagaimana sebuah rumah sederhana dapat diisi dengan kehidupan yang kaya: pekerjaan, buku, tanaman, teman yang datang, kopi, kesunyian, gagasan, dan waktu untuk berhenti.
Saya lebih tertarik membuat rumah yang cukup. Cukup untuk bekerja, membaca, menerima teman, menanam sesuatu, dan punya ruang untuk berpikir.”
Di lingkungan perumahan, rumah-rumah mungkin tampak serupa dari luar. Namun, kehidupan yang berlangsung di dalamnya selalu berbeda.
Rumah Chogah 2.0 menunjukkan bahwa karakter sebuah hunian tidak selalu ditentukan oleh ukuran bangunan. Kadang, karakter itu tumbuh dari cara penghuninya merawat ruang, mengisinya dengan aktivitas, dan membiarkan ruang tersebut berkembang mengikuti perjalanan hidup.
Pada akhirnya, rumah bukan hanya tempat seseorang pulang. Bagi Setiawan, rumah juga menjadi tempat untuk bekerja, membaca, menulis, merawat tanaman, memanen gagasan, dan memberi dirinya sendiri ruang untuk berpikir.
Dan mungkin, di situlah sebuah rumah menemukan maknanya: bukan ketika ia selesai dibangun, melainkan ketika ia mulai benar-benar dihidupi.



















