kobarnews.id
Minggu, 27 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Kabupaten Pandeglang
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Lebak
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BudayaDaerahNewsPendidikanViral

Wayang Nganjor Bawa Ingatan Banten ke Panggung ISBI Bandung

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
18 September 2026
Bagikan
3 menit baca
Tim Wayang Ngajor dari Banten saat pentas di Bandung Jawa Barat.
Bagikan

Kobarnews.id, BANDUNG – Wayang Nganjor Indonesia membawa cerita dan tradisi Banten ke panggung Gedung Kesenian Sunan Ambu, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Pertunjukan bertajuk Oemoen dengan Sepoetjoek Soeratnja itu digelar Kamis (17/9/2026).

Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Reenchantment of Interculturalizing Theatre Traditions yang digelar Jurusan Teater, Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung, pada 15-17 September 2026.

Disutradarai Tirta N. Pratama, pertunjukan ini memadukan wayang, teater, musik, dan tutur. Cerita berangkat dari kisah Pucuk Umun dan Babad Banten.

Tirta mengatakan, bahwa alur pertunjukan membawa penonton melihat kehidupan masyarakat di kawasan hulu dan pelabuhan, perdagangan lada, hingga pilihan seorang pemimpin ketika menghadapi perubahan.

- Advertisement -
Ad image

“Sepucuk surat menjadi bagian penting dalam cerita. Surat tersebut menjadi penghubung antara harapan untuk mendapatkan pertolongan dan konsekuensi yang harus dihadapi masyarakat,” katanya.

Baca Juga:

Proyek Flyover Unyur Diduga Alami Pergeseran Konstruksi, Pekerja Disebut Luka Ringan
Wagub Banten Puji QRIS: Cepat, Transparan, Lintas Negara
Pohon Tumbang Timpa Pedagang di Lebak, Polisi Bergerak Evakuasi
Kapolres Lebak Cek Kesiapan dan Kesehatan Personel Polsek Panggarangan
Penampilan Wayang Ngajor tampil memukau para penonton di Bandung.

Suara warga juga mendapat ruang dalam pertunjukan. Mereka mempertanyakan keputusan para pemimpin, sementara persoalan tanah, kebun, perdagangan, dan kehidupan sehari-hari muncul dalam cerita.

Pertemuan Pucuk Umun dengan Maulana Hasanudin menjadi salah satu bagian yang menghubungkan persoalan tersebut dengan perubahan yang terjadi di Banten.

Salah satu dialog Pucuk Umun berbunyi, “Di hulu kita menanam. Di hilir kita bertemu dunia.”

Baca Juga:

85 Kasus Baru HIV di Lebak, Remaja Masjid Didorong Jadi Pelopor Pencegahan
Petani Pandeglang Menjerit, Sawah Puso dan Diserang Hama
Jadi Ketua HKTI Banten, Andra Soni Jadikan Sitandu Laboratorium Pertanian
HUT Banten ke-26 Tanpa Hura-hura, Pemprov Fokus Acara yang Berdampak

Dialog tersebut menggambarkan hubungan masyarakat Banten dengan lingkungan tempat mereka hidup sekaligus keterbukaan terhadap dunia luar.

- Advertisement -
Ad image

Ia menjelaskan, pertunjukan juga memanfaatkan benda-benda sederhana sebagai bagian dari permainan panggung. Kotak dapat berubah fungsi menjadi tempat menyimpan ingatan, sedangkan kain digunakan sebagai gambaran sungai, surat, ruang perundingan, hingga atap rumah.

“Aktor, wayang, dan musik kemudian dipadukan untuk membangun cerita yang berlangsung di hadapan penonton,” terangnya.

Dalam produksi ini, Aming Ajen tampil sebagai dalang. Penataan artistik dikerjakan Agung Septiadi, tata cahaya oleh M. Danuar Indar, sedangkan musik ditata Dede Iwan Kurniawan dan Parwa Rahayu bersama para aktor dan pemusik Wayang Nganjor Indonesia.

- Advertisement -
Ad image

Bahas Proses Kreatif

Selain pertunjukan, rangkaian kegiatan juga diisi seminar bertajuk Menguji Interkulturalitas melalui Nganjor yang disampaikan Tirta Nugraha Pratama.

Seminar tersebut membahas proses kreatif dan perjumpaan dengan pelaku tradisi, sumber cerita, seniman, serta penonton yang turut memengaruhi penciptaan karya.

Baca Juga:

Alun-Alun Rangkasbitung Semarak, Festival Murak Kadu 2026 Resmi Digelar
Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Pakai QRIS, Pemprov Banten Gandeng BI
Gubernur Banten Sambangi Keluarga 2 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Gubernur Andra Soni Kunjungi Keluarga 2 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

“Nganjor” berarti berkunjung. Dalam proses kreatif Wayang Nganjor, istilah tersebut dimaknai sebagai proses membawa bekal, mendengarkan, berunding, mencoba, dan membagikan kembali pengalaman.

Proses tersebut diterapkan dalam penciptaan pertunjukan. Masukan dari berbagai pihak dapat memengaruhi adegan, sementara musik dan sumber pengetahuan tradisi ditempatkan sebagai bagian dari proses pengolahan karya.

Wayang Nganjor Indonesia menyebut keterlibatan dalam forum ISBI Bandung sebagai bagian dari upaya memperkenalkan budaya Banten melalui seni pertunjukan dan pertukaran pengetahuan.

Manuskrip, tradisi lisan, dan seni pertunjukan menjadi sumber yang diolah untuk memperkenalkan kebudayaan Banten kepada masyarakat yang lebih luas. (Red)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Kapolri Resmikan Balai Latihan Silat PTBI, Dorong Budaya Banten Mendunia
Selanjutnya Pohon Tumbang Tutup Jalan Banten Lama di Serang, Arus Lalu Lintas Kembali Normal
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Kapolres Lebak Takziah ke Rumah Jurnalis ANTARA yang Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

Ketum DPP KNPI Dukung Kuliah Gratis, Sebut Bisa Cetak SDM Unggul

Pengangguran Serang Masih 8,73 Persen, 3.978 Lowongan Kerja Dibuka

Pemkot Serang Minta Lurah-Camat Teliti Teken Dokumen Tanah

Tekan Stunting, Pemkot Tangsel Targetkan 108 Pos Gizi hingga 2029

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

Bupati Serang Gandeng MUI-Karang Taruna Awasi Lingkungan, Cegah Kasus Asusila

Daerah News

10 Ribu Benih Ikan dan 500 Bibit Jengjeng Disalurkan untuk Warga Cisimeut Raya

Daerah News

Gempa M 4,7 Guncang 58 Km Barat Daya Sumur Pandeglang

Daerah Nasional

Bupati Pandeglang Koordinasi dengan SAR, Buka Peluang Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK Arupadhatu I

Daerah Hukum

Polda Banten Usut Dugaan Kekerasan Seksual Oknum ASN Pemkab Tangerang

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com