KOBARNEWS.ID, LEBAK — Sebanyak 1.840 anggota Palang Merah Remaja (PMR) se-Kabupaten Lebak dilantik dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI). Pelantikan digelar di Alun-Alun Rangkasbitung, Selasa (22/9/2026).
Ketua PMI Kabupaten Lebak, H. Drs. Asep Komar Hidayat, mengatakan pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya PMI menanamkan nilai kepedulian dan kemanusiaan kepada generasi muda.
“Pelantikan 1.840 anggota PMR ini merupakan salah satu program kerja PMI Kabupaten Lebak sekaligus bagian dari rangkaian HUT PMI ke-81. Kami ingin menanamkan sejak dini nilai kepedulian, kerelawanan, kebersamaan, dan kemanusiaan kepada generasi muda,” kata Asep.
Selain pelantikan PMR, PMI Lebak memberikan penghargaan kepada pendonor darah sukarela yang telah melakukan donor sebanyak 10 dan 25 kali. Penghargaan juga diberikan kepada lembaga yang mendukung kegiatan donor darah serta PMI kecamatan yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
Asep mengatakan pelayanan kemanusiaan PMI membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan hingga masyarakat.
“PMI tidak bisa bekerja sendiri. Kegiatan kemanusiaan membutuhkan kolaborasi. Karena itu, kami terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, organisasi dan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Bupati Lebak Hasby Assidiki Jayabaya mengapresiasi pengabdian PMI selama 81 tahun dalam pelayanan kemanusiaan. Menurutnya, peran PMI tidak hanya dibutuhkan saat bencana, tetapi juga dalam penyediaan darah, pelayanan kesehatan, bantuan sosial dan pembinaan generasi muda melalui PMR.
“Relawan PMI selalu hadir paling awal, bekerja tanpa pamrih, tanpa membedakan suku, agama, dan golongan,” kata Hasby.
Ia menyebut tantangan kemanusiaan ke depan semakin kompleks, termasuk potensi bencana hidrometeorologi dan kebutuhan darah yang terus meningkat. Karena itu, PMI dituntut meningkatkan kesiapsiagaan serta kualitas pelayanan.
Pemkab Lebak, kata Hasby, akan terus mendukung PMI sebagai mitra pemerintah dalam bidang kemanusiaan. Ia juga mengajak organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan, sekolah dan masyarakat ikut memperkuat gerakan kemanusiaan.
“Setetes darah Bapak dan Ibu sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa sesama. Para pendonor darah adalah pahlawan kemanusiaan yang telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya. (Hikmat/red)



