Kobarnews.id, PANDEGLANG – Wakil Gubernur (Wagub) Banten A. Dimyati Natakusumah masih menyimpan harapan di tengah berakhirnya operasi pencarian delapan korban hilang dalam insiden speedboat Arupadhatu I.
Lima jurnalis dan tiga awak kapal hingga hari ke-10 pencarian belum ditemukan. Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian pada Kamis (17/9/2026), setelah menyisir berbagai wilayah perairan.
Dimyati menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. Meski operasi pencarian telah dihentikan sesuai prosedur Basarnas, dia berharap doa dan ikhtiar bersama dapat membuka jalan bagi ditemukannya para korban.
“Saya turut berduka, tapi mudah-mudahan bisa ketemu. Kita nanti berdoa bersama, zikir bersama. Saya rasa di Banten, khususnya Pandeglang, banyak ulama. Mudah-mudahan lima jurnalis dan tiga kru kapal bisa ketemu,” kata Dimyati kepada wartawan, Jumat (18/9/2026) di Pendopo Pandeglang.
Menurutnya, penghentian operasi pencarian tidak serta-merta memadamkan harapan keluarga korban. Dimyati masih berharap ada keajaiban.
“Ya mudah-mudahan ada keajaiban. Saya turut berduka dan belasungkawa. Saya sedih sekali kalau ada yang hilang seperti ini,” ujarnya.
Selama 10 hari, Tim SAR gabungan memperluas area pencarian. Penyisiran dilakukan mulai dari perairan Selat Sunda hingga Samudera Hindia dan wilayah Bengkulu.
Namun, hingga operasi resmi dihentikan, petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat Arupadhatu I maupun delapan orang yang berada di dalamnya.
Berakhirnya operasi pencarian menyisakan duka dan ketidakpastian bagi keluarga korban. Mereka masih menunggu kabar mengenai keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat menjalankan tugas peliputan erupsi Anak Krakatau (Red)



