Kobarnews.id, LEBAK – Rp4,68 miliar duit APBD Provinsi Banten digelontorkan untuk merehabilitasi pedestrian dan drainase di Jalan Sunan Kalijaga, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Kini, jalan tersebut tengah dibongkar dan ditata ulang.
Pertanyaannya, setelah proyek kelar, apa yang benar-benar dirasakan masyarakat?
Pantauan Kobarnews.id, Sabtu (19/9/2026), aktivitas pekerjaan masih berlangsung. Sejumlah bagian pedestrian dan kawasan jalan tampak dibongkar untuk pengerjaan proyek yang ditargetkan rampung dalam 120 hari kalender.
Anggaran miliaran rupiah tentu membawa harapan besar.
Warga tak hanya ingin melihat jalan yang lebih rapi. Mereka ingin pedestrian yang nyaman, drainase yang berfungsi, penerangan yang menyala dan akses jalan yang aman.
Sebab, bagi masyarakat, proyek pemerintah bukan sekadar soal tampilan.
Yang paling penting adalah fungsi.
Salah satu yang menjadi sorotan warga adalah drainase. Persoalan aliran air dan potensi genangan selama ini menjadi perhatian di kawasan yang cukup padat aktivitas masyarakat tersebut.
Hadi Muntoha (49), tokoh masyarakat Kebon Kelapa, Rangkasbitung, yang tinggal tidak jauh dari lokasi proyek sekaligus pegiat ekonomi kreatif Kabupaten Lebak, berharap pekerjaan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Harapannya pekerjaan ini selesai tepat waktu dan hasilnya sesuai dengan harapan masyarakat. Terutama drainasenya, jangan hanya dibangun tetapi harus benar-benar berfungsi,” ujar Hadi.
Menurut Hadi, keberhasilan proyek tidak cukup diukur dari berubahnya wajah kawasan setelah pekerjaan selesai.
Fasilitas yang dibangun harus bisa digunakan dan memberikan manfaat.
“Kalau drainasenya bagus tetapi tidak berfungsi ketika hujan, tentu masyarakat yang kembali merasakan dampaknya. Jadi yang dibutuhkan bukan hanya bagus dilihat, tetapi benar-benar berfungsi,” katanya.
Penerangan Jangan Sekadar Ada
Selain drainase, penerangan jalan juga menjadi perhatian.
Hadi mengatakan, Jalan Sunan Kalijaga bukan hanya digunakan masyarakat pada siang hari. Aktivitas warga, termasuk kegiatan ekonomi, berlangsung hingga malam.
“Penerangan jalan juga harus benar-benar berfungsi. Kawasan ini digunakan masyarakat, termasuk UMKM dan PKL. Kalau penerangannya baik, tentu akan lebih aman dan nyaman untuk aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Ia berharap seluruh fasilitas hasil rehabilitasi nantinya bisa digunakan secara optimal oleh masyarakat.
“Harus fungsional untuk semua, terutama UMKM, PKL dan pengguna sarana jalan. Jangan sampai setelah selesai hanya terlihat bagus, tetapi fasilitasnya tidak maksimal digunakan,” kata Hadi kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).
Jalan Sunan Kalijaga merupakan salah satu kawasan yang cukup ramai di Rangkasbitung.
Selain menjadi jalur pergerakan masyarakat, kawasan ini juga menjadi ruang aktivitas ekonomi bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima.
Karena itu, proyek senilai Rp4,68 miliar tersebut diharapkan tidak berhenti pada pekerjaan membongkar jalan, mengganti pedestrian dan membangun drainase.
Apalagi kawasan ini diharapkan bisa memiliki wajah baru yang mampu mendukung aktivitas masyarakat, sebagaimana kawasan yang menjadi ikon ruang publik dan ekonomi seperti Malioboro di Yogyakarta maupun Jalan Braga di Bandung.
Namun, harapan itu tentu harus dibuktikan melalui hasil pekerjaan.
Rp4,68 Miliar Uang Publik
Proyek rehabilitasi pedestrian dan drainase tersebut dikerjakan PT Azka Bangun Konstruksi dengan pengawasan PT SIES Konsultama.
Proyek bersumber dari APBD Provinsi Banten dengan masa pekerjaan 120 hari kalender.
Kini, perhatian masyarakat tertuju pada hasil akhirnya.
Sebab, Rp4,68 miliar bukan angka kecil. Itu uang publik.
Masyarakat tentu tidak hanya menunggu proyek dinyatakan selesai secara administratif.
Yang ditunggu adalah drainase yang benar-benar berfungsi, penerangan yang menyala, pedestrian yang nyaman, akses jalan yang aman, serta kawasan yang mampu mendukung aktivitas UMKM dan PKL.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan proyek bukan sekadar ketika pekerjaan dinyatakan selesai.
Tetapi ketika fasilitas yang dibangun benar-benar bekerja dan manfaatnya dirasakan masyarakat. (Red/Dian)




