Kobarnews.id, SERANG – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda masih menunjukkan adanya kegempaan. Gunung api tersebut hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.
Berdasarkan laporan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pada Senin (21/9/2026) periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, seismograf merekam tremor menerus atau microtremor.
Amplitudo tremor tercatat berkisar 1-6 milimeter dengan dominasi 2 milimeter.
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pemantauan instrumental terhadap dinamika vulkanik Gunung Anak Krakatau. Badan Geologi sebelumnya menyatakan probabilitas terjadinya letusan pada beberapa periode berikutnya masih tinggi.
Kawah Tertutup Kabut
Secara visual, kawah Gunung Anak Krakatau belum dapat diamati dengan jelas karena tertutup kabut dengan tingkat ketebalan 0-III. Koneksi CCTV visual di lapangan juga dilaporkan dalam kondisi off.
Dengan kondisi tersebut, pemantauan aktivitas gunung api mengandalkan instrumen kegempaan yang masih beroperasi.
Cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat laut dengan suhu 27-28 derajat Celsius. Sementara kelembapan udara tercatat sekitar 79-84 persen.
Warga Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km
Dengan status Level III atau Siaga, masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Rekomendasi tersebut ditetapkan Badan Geologi untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi, seperti lontaran batu pijar, awan panas, lava, hingga hujan abu lebat.
Masyarakat di sekitar kawasan juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan PVMBG dan Badan Geologi.
Nelayan yang beraktivitas di perairan sekitar Selat Sunda turut diimbau memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menjaga jarak aman dari kawasan gunung api.
Badan Geologi mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi pemerintah.
Informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui PVMBG, Badan Geologi, serta platform Magma Indonesia.
Status Level III atau Siaga tetap berlaku hingga diterbitkan hasil evaluasi berikutnya atau terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. (Red/Fid)




