KOBARNEWS.ID, LEBAK – Membersihkan terminal sehari bukan perkara sulit. Yang menjadi pekerjaan rumah adalah memastikan kawasan transportasi publik itu tetap bersih dan tertib ketika rutinitas kembali berjalan.
Persoalan itulah yang kini menjadi perhatian pengelola Terminal Tipe A Mandala Lebak. Pembenahan tidak hanya menyasar kebersihan, tetapi juga penataan pedagang dan penertiban aktivitas yang melanggar aturan.
Kepala Terminal Mandala Lebak, Muksin, mengatakan kebersihan menjadi salah satu fokus utama pengelola. Petugas diminta menjaga kebersihan setiap hari, sementara kegiatan bersama juga dilakukan melalui program Jumat Bersih.
“Kami memiliki program unggulan untuk menjaga kenyamanan lingkungan, di antaranya kegiatan Jumat Bersih. Tidak hanya itu, kami juga sering mengadakan aksi bersih-bersih dadakan secara bersama-sama guna memastikan seluruh sudut terminal tetap resik,” kata Muksin kepada Kobarnews.id, Selasa (22/9/2026).
Namun, menurut Muksin, kebersihan tidak semestinya bergantung pada kegiatan seremonial atau momentum tertentu. Karena itu, pengelola juga melakukan aksi bersih-bersih secara spontan untuk menjaga kondisi lingkungan terminal.
Artinya, ukuran keberhasilan bukan sekadar seberapa sering kegiatan bersih-bersih dilakukan. Yang lebih penting adalah apakah kondisi bersih tersebut mampu dipertahankan ketika aktivitas terminal kembali padat.
Urusan ketertiban juga menjadi bagian dari pembenahan. Aktivitas perdagangan di kawasan terminal ditata dengan menyediakan kios bagi pedagang agar kegiatan jual beli berlangsung lebih teratur.
Pendekatan humanis tetap dikedepankan dalam penataan tersebut. Tetapi ketika aturan dilanggar, pengelola memastikan penindakan tetap dilakukan.
“Kami menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi di area kerja kami. Salah satu fokus utama kami saat ini adalah melakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran ketertiban,” ujarnya.
Penertiban menyasar pelanggaran aturan lalu lintas dan angkutan jalan di kawasan terminal. Langkah ini diarahkan agar aktivitas kendaraan, pedagang, dan pengguna terminal dapat berlangsung tanpa mengabaikan ketertiban serta keselamatan.
Pembenahan Terminal Mandala dengan demikian bukan sekadar urusan membuat kawasan terlihat lebih rapi. Tantangan sebenarnya justru berada setelah program dijalankan: apakah kebersihan tetap terjaga, pedagang tetap tertata, dan aturan tetap ditegakkan secara konsisten.
Terminal yang nyaman tidak lahir hanya dari kegiatan Jumat Bersih. Ia membutuhkan pengawasan dan penegakan aturan yang berjalan setiap hari.
Pengelola Terminal Mandala berharap rangkaian pembenahan tersebut dapat menciptakan kawasan transportasi publik yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. (Danu/Oyo)




