kobarnews.id
Kamis, 24 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Kabupaten Pandeglang
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Lebak
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahInspirasiNews

Tak Cuma Kejar Berita, Daup Herlambang Cerita 10 Tahun Menjaga Fakta di Lapangan

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
22 September 2026
Bagikan
4 menit baca
Daup Herlambang salah satu Jurnalist asal Jawa Barat ikut UKW di Banten.
Bagikan

KOBARNEWS.ID, BANTEN – Menunggu narasumber berjam-jam, mengejar informasi dari berbagai sisi, hingga memastikan sebuah fakta tidak keliru sebelum ditulis menjadi bagian dari keseharian Daup Herlambang sebagai wartawan.

Sepuluh tahun menjalani profesi jurnalistik di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, membuat wartawan Juritnews.com itu memahami satu hal: menjadi wartawan bukan sekadar siapa yang paling cepat menulis berita.

Menurut Daup, kemampuan berpikir sistematis, melakukan verifikasi, dan menggali informasi dari berbagai sudut justru menjadi modal utama seorang jurnalis.

Pesan itu kembali ia tekankan saat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-28 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banten bekerja sama dengan Polda Banten, Selasa-Rabu (22-23/9/2026).

- Advertisement -
Ad image

Daup menjadi salah satu peserta UKW untuk menguji sekaligus meningkatkan kapasitasnya dalam menjalankan pekerjaan jurnalistik.

Baca Juga:

Jelang HUT ke-500, Pemkab Serang Gelar Layanan Gratis hingga Sorotan Infrastruktur
Kapolsek Bayah Perkuat Cooling System, Sambangi Kades dan Warga
Satlantas Polres Lebak Sabet Penghargaan Terbaik di Rakernis 2026
Gubernur Andra Soni Takziah ke Rumah Duka ABK KM Arupadhatu I

“Selama menjadi jurnalis, kita harus terus meningkatkan kapasitas, terutama cara berpikir agar lebih jelas dalam membuat berita dan tidak salah dalam menyampaikan informasi,” kata Daup di sela kegiatan, Selasa (22/9/2026).

Bagi Daup, kompetensi wartawan bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan pengakuan profesi. Ada tanggung jawab besar yang ikut melekat ketika seorang wartawan menyampaikan informasi kepada publik.

Karena itu, ia mendorong jurnalis muda tidak berhenti belajar setelah terjun ke dunia pers. Kompetensi, menurutnya, harus ditempuh secara bertahap dan terus dikembangkan.

Baca Juga:

Pesanan 16 KRL INKA Molor, Baru 7 Trainset Beroperasi
PMI Malingping Raih Penghargaan PMI Kecamatan Teraktif se-Lebak
Maulid Nabi di MAN 3 Rangkasbitung, Dorong Siswa Jadi Generasi Cerdas dan Berakhlak
51 Wartawan Ikuti UKW PWI Banten, Semuanya Dinyatakan Kompeten

“Saya berharap jurnalis muda dibekali dengan ilmu. Setelah menjadi anggota organisasi pers, ikuti UKW tingkat muda, kemudian madya dan seterusnya. Ini penting sebagai bekal dalam membuat berita yang berimbang atau cover both sides,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad image

Daup juga mengingatkan bahwa profesi jurnalistik memberi akses kepada wartawan untuk bertemu dengan beragam lapisan masyarakat. Dari masyarakat biasa hingga pejabat, semuanya bisa menjadi pintu masuk untuk menggali sebuah informasi.

“Jurnalis itu bisa bertemu dengan semua kalangan, baik dari bawah, menengah maupun atas. Di mana pun jurnalis berada, selalu ada informasi yang bisa digali. Jadi manfaatkan profesi ini sebaik mungkin,” katanya.

Namun, kebebasan menggali informasi juga harus dibarengi independensi. Daup menilai wartawan memiliki fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah, tetapi fungsi tersebut tidak boleh berubah menjadi keberpihakan kepada salah satu pihak.

- Advertisement -
Ad image

“Kita harus menjadi social control kepada pemerintah dengan cara memberitakan secara seimbang. Kita harus independen, tidak boleh hanya berpihak kepada satu pihak,” ucapnya.

Di lapangan, prinsip tersebut tidak selalu mudah dijalankan. Ada kalanya wartawan harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan satu keterangan dari narasumber.

Baca Juga:

Hari Tani Nasional 2026 di Lebak, Petani Didorong Jadi Kekuatan Kedaulatan Pangan
Sukarman ABK Arupadhatu 1 Pembawa 5 Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano Bengkulu 
Data Pesantren Lebak Disorot, Kemenag Dorong Operator Benahi EMIS
Andra Soni Dorong Corporate University untuk Tingkatkan Kinerja ASN Banten

“Kadang kita sudah menunggu berjam-jam, bahkan dari pagi sampai sore, tetapi narasumber tidak mau muncul. Itu memang menjadi tantangan. Karena itu, komunikasi yang baik dan pendekatan secara emosional dengan narasumber sangat diperlukan,” tuturnya.

Bagi Daup, kemampuan membangun komunikasi bukan sekadar urusan mendapatkan kutipan. Pendekatan yang tepat dapat membantu wartawan memperoleh informasi lebih utuh, sekaligus tetap menjaga batas-batas profesionalisme jurnalistik.

Di balik aktivitasnya sebagai wartawan, Daup juga menjalani peran sebagai kepala keluarga. Ia telah berkeluarga dan memiliki dua anak. Salah satu anaknya telah menikah, sementara anak lainnya masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Setelah satu dekade berada di dunia jurnalistik, Daup memilih tiga kata sederhana sebagai prinsip hidupnya.

“Prinsip hidup saya sederhana, jalani, nikmati, syukuri,” pungkasnya. (Red)

TAGGED:#DaupHerlambang #UKWPWIBanten #Jurnalis #DuniaJurnalistik #KompetensiWartawan
Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Terminal Mandala Lebak Tak Cukup Dipoles, Pelanggaran Ketertiban Ikut Diburu
Selanjutnya 1.840 Anggota PMR se-Lebak Dilantik, PMI Tanamkan Jiwa Kemanusiaan
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Wabup Lebak: Tangani Kemiskinan Satu Per Satu, Jangan Asal Program

Bupati Lebak Dorong Gula Semut Sobang Naik Kelas, Bahas Pemberdayaan Petani Aren

Polda Banten Identifikasi 1 Korban Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang di Selat Sunda

Kapolda Banten Janji Bangun Ruang Khusus Wartawan di Mapolda

Jasad ABK Arupadhatu Surakman Ditemukan di Enggano

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Budaya Daerah

Tim Senam Banten Promosikan Wastra Daerah di Lomba Senam Kreasi Nasional 2026

Daerah Hukum

Motor Beat Diduga Hasil Curanmor Disembunyikan di Samping SDN Kelanggaran

Budaya Daerah

Pemprov Banten Dukung Pemajuan Kebudayaan Religi

Barjas Daerah

Rp 3,29 Triliun Disiapkan, Tol Serang-Panimbang hingga Patimban Dikebut

Daerah Hukum

Rutan Pandeglang Perkuat Sinergi Cegah Peredaran Narkotika

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com