kobarnews.id
Jumat, 25 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Kabupaten Pandeglang
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Lebak
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BudayaDaerahNewsViral

Ratusan Perempuan Kasepuhan Ciusul Jalani Tradisi Neres Usai Panen Raya

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
24 September 2026
Bagikan
3 menit baca
Tradisi Neres (mandi bareng) kaum perempuan yang digelar di aliran Sungai Cimadur tersebut berlangsung meriah.
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Masih dalam rangkaian kegiatan Seren Taun Citorek Kidul 2026, ratusan perempuan di Kasepuhan Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, menjalani tradisi mandi bersama yang dikenal dengan sebutan Neres.

Tradisi yang digelar di aliran Sungai Cimadur tersebut berlangsung meriah. Para perempuan datang dengan membawa berbagai peralatan rumah tangga untuk ikut dibersihkan dalam ritual yang telah dilakukan secara turun-temurun itu.

Neres hanya boleh diikuti perempuan yang sudah berumah tangga. Namun, tidak semua perempuan bisa mengikuti tradisi tersebut. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, salah satunya tidak sedang dalam masa haid.

Lina Herlina, warga Bayah yang turut datang dalam kegiatan tersebut, mengaku penasaran ingin melihat langsung tradisi Neres. Selama ini, dia hanya mendengar cerita dari masyarakat.

- Advertisement -
Ad image

“Saya datang dari Bayah hanya ingin melihat acara Neres ini. Penasaran, selama ini cuma dengar ceritanya, belum pernah melihat langsung,” ujar Lina.

Baca Juga:

Lima Tahun di Huntara Cigobang, Warga Masih Beratap Terpal dan Jalan Belum Diaspal
RTLH Lebak Belum Tuntas, CSR Masih Minim Data
33 Siswa Lebak Lolos OMI Banten, Kemenag Targetkan Prestasi di Tingkat Provinsi
Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027

Tradisi Neres merupakan bagian dari rangkaian Seren Taun yang digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat setelah panen raya selesai.

Dalam ritual tersebut, para perempuan membersihkan tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki. Uniknya, mereka menggunakan berbagai unsur alam sebagai perlengkapan mandi.

Untuk keramas, misalnya, mereka menggunakan batang padi atau jerami yang telah dibakar. Penggunaan bahan-bahan alami tersebut menjadi bagian dari kekhasan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga:

HUT Banten ke-26 Bakal Meriah, Festival Kebudayaan Digelar 3 Hari
Rapimprov Kadin Banten Lebak: UMKM Jangan Bergantung Bantuan, Modal dan Digitalisasi Jadi Kunci
Hari Tani Nasional, Ketua Komisi II DPRD Banten Dorong Pemerintah Perkuat Pemberdayaan Petani
KRL Rangkasbitung Bakal Makin Rapat, Headway Ditargetkan 4-5 Menit

Bagi masyarakat setempat, Neres bukan sekadar mandi bersama. Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk pembersihan diri, baik secara fisik maupun batin, dari penyakit, wabah, serta hal-hal negatif yang diyakini dapat memengaruhi kehidupan bertani dan kehidupan bermasyarakat.

- Advertisement -
Ad image

Tak hanya tubuh yang dibersihkan. Dalam kegiatan tersebut, para perempuan juga membawa sejumlah peralatan rumah tangga tradisional untuk dibersihkan.

Di antaranya seeng, yakni periuk atau dandang berukuran besar, serta boboko, bakul atau wadah nasi yang terbuat dari anyaman bambu. Berbagai peralatan rumah tangga khas masyarakat setempat tersebut turut menjadi bagian penting dalam tradisi Neres.

Usai ritual Neres, ratusan perempuan kemudian mengumpulkan berbagai makanan untuk dibagikan atau ditukar dengan warga lainnya.

- Advertisement -
Ad image

Tradisi berbagi makanan tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. Semua warga dipersilakan mencicipi makanan yang telah dikumpulkan.

Bagi masyarakat Kasepuhan Ciusul, Neres bukan sekadar tradisi tahunan. Ritual tersebut menjadi bagian dari cara mereka menjaga warisan leluhur, sekaligus ungkapan syukur atas hasil panen dan kehidupan yang telah dijalani bersama.

Baca Juga:

Wagub Dimyati Lepas Kontingen Pramuka Santri Banten, Minta Bangun Jejaring Nusantara
Pemprov Banten Pertajam Kinerja Birokrasi, Target Nilai SAKIP 2026 Capai 70,10
Polda Banten Terima Kunjungan Komisi III DPR, Kapolda Paparkan Penguatan Penegakan Hukum
Kebakaran Lahan 1 Hektare di Bayah Lebak Dipadamkan, Babinsa Turun Tangan

Terkait kegiatan ritual tersebut, para kasepuhan Ciusul Desa Citorek Kecamatan Cibeber hingga kini belum bisa dimintai keterangan. (Red/Hikmat)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Kepala Sekolah di Serang Keluhkan Dugaan Pungutan ‘Partisipasi Dinas’ Usai Pelantikan
Selanjutnya CT Scan RSUD Adjidarmo Lebak Segera Uji Coba, Cek Kesiapan Alat
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Naker Fest 2026 Dibuka, Bupati Serang Sebut Pengangguran Masih 8,73 Persen

25 Angkot Diduga Digelapkan Pemilik Bengkel di Serang, Dipotong Jadi Rongsokan

Refleksi 500 Tahun Kabupaten Serang Ricuh, PMII Soroti ODOL hingga Pengangguran

Kampus Aman Bukan yang Sepi Laporan Kekerasan

Pemkot Serang Kaji Aturan Kerja Sama PSEL dengan Danantara, Pastikan Tak Bebani Daerah

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Ekbis

Pemkab Tangerang Perkuat Industri Padat Karya, 3.141 Industri Tersebar di 11 Kawasan

Daerah Ekbis

Banten Raih 3 Penghargaan di FEKDI 2026, Andra Soni Dorong Pemerataan Ekonomi Digital

Daerah

CT Scan RSUD Adjidarmo Lebak Segera Uji Coba, Cek Kesiapan Alat

Daerah Pemerintahan

Kepala Sekolah di Serang Keluhkan Dugaan Pungutan ‘Partisipasi Dinas’ Usai Pelantikan

Daerah

OMI 2026, Bukti Talenta Madrasah Lebak Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com