Kobarnews.id, LEBAK – Jangan pandang sebelah mata talenta anak-anak madrasah di Kabupaten Lebak. Bukan cuma jago mengaji dan ilmu agama, mereka juga mampu bersaing di bidang sains, akademik, kreativitas hingga inovasi.
Buktinya terlihat dalam Penganugerahan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Tahun 2026 yang digelar di MAN 3 Lebak, Kamis (24/9/2026).
Ajang ini menjadi panggung bagi para peserta didik madrasah yang berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kompetisi OMI tingkat Kabupaten Lebak.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, H. Badrusalam, S.Ag., menegaskan, OMI bukan sekadar ajang mencari siapa yang menjadi juara.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi ruang untuk menemukan, mengasah sekaligus mengembangkan talenta para peserta didik.
“OMI menjadi ruang bagi anak-anak kita untuk menunjukkan kemampuan, talenta, kreativitas, dan inovasinya. Prestasi yang diraih jangan berhenti sampai di sini, tetapi harus terus dikembangkan,” kata Badrusalam.
Ia mengatakan, penghargaan yang diberikan bukan hanya bentuk apresiasi. Lebih dari itu, penghargaan diharapkan menjadi suntikan semangat bagi para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan berani tampil di kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Badrusalam pun berharap prestasi yang diraih di tingkat Kabupaten Lebak bisa menjadi modal untuk membawa nama baik madrasah dan daerah di tingkat berikutnya.
“Harapannya, mereka terus berprestasi dan mampu membawa nama baik madrasah, Kabupaten Lebak, bahkan Provinsi Banten di tingkat selanjutnya,” ujarnya.
Penganugerahan OMI 2026 turut dihadiri Kasubbag Tata Usaha Kemenag Lebak Ajrum Firdaus, S.Ag., M.M., Ketua Komite OMI H. Baekandi, S.Ag., Kasi Pendidikan Madrasah H. Slamet, S.Ag., M.Pd.I., serta para pengawas madrasah.
Hadir pula para kepala MI/SD, MTs/SMP, dan MA/MAN se-Kabupaten Lebak.
Kehadiran para pengelola satuan pendidikan tersebut menunjukkan pentingnya dukungan bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang memberi ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk berkembang dan berprestasi.
OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
Tema ini sekaligus menegaskan bahwa madrasah tidak hanya berkutat pada pendidikan keagamaan. Penguasaan sains, kreativitas, inovasi, kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan karakter juga menjadi bagian penting dalam pengembangan peserta didik.
Bagi madrasah di Lebak, OMI menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa potensi siswa tak boleh berhenti di ruang kelas.
Talenta harus ditemukan, dibina, diuji dalam kompetisi dan kemudian diberikan apresiasi.
Sebab, prestasi yang lahir dari sebuah kompetisi bukan semata-mata milik siswa. Di baliknya ada kerja keras guru, pembina, orang tua dan madrasah dalam membentuk serta mengembangkan kemampuan peserta didik.
Badrusalam juga menekankan pentingnya membangun generasi madrasah yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.
“Anak-anak madrasah harus memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, kreativitas, inovasi, dan kemampuan berkolaborasi,” katanya.
Penghargaan bagi para juara diharapkan menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya.
Dengan begitu, OMI tak sekadar menjadi agenda tahunan. Lebih jauh, ajang ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun budaya kompetisi, kreativitas dan prestasi di lingkungan madrasah Kabupaten Lebak. (Red/Dian)




