Kobarnews.id, PANDEGLANG – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani akan berkoordinasi dengan tim SAR gabungan terkait kemungkinan kembali dibukanya pencarian lima jurnalis dan dua anak buah kapal (ABK) yang hingga kini masih hilang dalam insiden kapal Arupadhatu I.
Langkah tersebut dilakukan setelah jenazah salah satu ABK, Surakman (60), ditemukan di perairan Bengkulu. Penemuan itu diharapkan dapat menjadi petunjuk baru untuk melacak keberadaan korban lainnya.
“Kalau kami menghormati seluruh keputusan dari tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri dan juga relawan, tentunya dikawal oleh Pak Gubernur Banten,” kata Dewi seusai menghadiri pemakaman Surakman di Carita, Kamis (24/9/2026).
Dewi menegaskan, Pemkab Pandeglang belum dapat memastikan apakah operasi pencarian korban lainnya akan kembali dibuka. Hal itu masih akan dibahas bersama tim SAR gabungan.
“Untuk ke depannya, kami akan berkomunikasi lebih lanjut,” ujarnya.
Menurut Dewi, penemuan jenazah Surakman dapat memberikan informasi penting bagi tim SAR. Salah satunya dengan mempelajari arah arus laut serta kondisi perairan di sekitar lokasi jenazah ditemukan.
“Untuk ke depan, pemerintah daerah akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi terkait dengan beberapa hal agar korban lain bisa ditemukan,” tuturnya.
Sebelumnya, lima jurnalis, kapten kapal, dan seorang pemandu dilaporkan hilang setelah kapal Arupadhatu I kehilangan kontak di perairan Selat Sunda pada awal September 2026.
Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama lebih dari dua pekan sebelum operasi tersebut resmi dihentikan.
Surakman menjadi korban pertama dari rombongan Arupadhatu I yang ditemukan. Jenazahnya ditemukan di kawasan Pulau Enggano, Bengkulu, sebelum diidentifikasi dan dipulangkan ke Pandeglang. (Red/Fid)



