Kobarnews.id, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni resmi dilantik sebagai Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Banten periode 2026-2031. Dia berencana menjadikan Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu) sebagai laboratorium pertanian.
Andra dilantik dalam rangkaian peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Kawasan Sitandu, Kota Serang, Sabtu (26/9/2026).
Andra mengatakan HKTI harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Banten.
“Saya sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya para insan pertanian,” kata Andra kepada awak media usai dilantik.
Sebagai Gubernur Banten, Andra menyebut Pemprov Banten telah menjalankan sejumlah program yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian. Salah satunya pembangunan Jalan Usaha Tani untuk meningkatkan konektivitas serta menekan biaya produksi dan distribusi hasil panen.
Selain itu, Pemprov Banten menjalankan program Bang Andra atau Bangun Jalan Desa Sejahtera. Pada tahun pertama pelaksanaannya, program tersebut telah menyelesaikan 61 ruas jalan desa.
“Dampaknya, alhamdulillah, nilai tukar petani kita mengalami peningkatan,” ujarnya.

Andra mengatakan pembangunan infrastruktur perdesaan akan terus dilanjutkan. Menurutnya, penguatan ekonomi harus dimulai dari desa karena menjadi salah satu pusat produksi kebutuhan masyarakat.
“Desa adalah tempat kita berasal dan lokasi utama produksi. Apa yang kita konsumsi sehari-hari tumbuh dan dirawat oleh petani di desa,” katanya.
Sitandu Jadi Laboratorium Pertanian
Andra juga menyiapkan kawasan Sitandu seluas 20 hektare sebagai laboratorium pertanian. Kawasan tersebut akan dimanfaatkan untuk menguji berbagai inovasi budi daya pertanian.
“Kawasan ini bisa kita jadikan laboratorium. Banyak insan tani kita yang mampu memproduksi pupuk dan mempraktikkan berbagai metode tanam, semuanya bisa diuji coba di sini,” jelasnya.
Dia berharap kepengurusan HKTI Banten periode 2026-2031 dapat menjadi wadah yang solid untuk mendukung petani.
“Meskipun pengurus tidak semuanya berlatar belakang petani murni, kami berkomitmen kuat mendukung petani Banten agar semakin makmur dan sejahtera,” ujarnya.
Sudaryono Soroti Potensi Pertanian Banten
Ketua Umum HKTI Sudaryono yang hadir dalam pelantikan tersebut menilai Banten memiliki potensi besar di sektor pertanian.
Menurut Sudaryono, produktivitas pertanian Banten terus mengalami peningkatan dan turut membuka lapangan pekerjaan baru.
“Banten adalah wilayah yang secara pertanian sangat potensial. Kita bisa melihat, selama sahabat saya, Pak Andra Soni, menjadi gubernur, produktivitas dan peringkat pertanian di Banten terus naik,” kata Sudaryono.
Dia menekankan pentingnya peningkatan produksi berbagai komoditas pangan, seperti beras, jagung, tebu, sayuran, dan buah-buahan untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Sudaryono juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya dapat memberikan kepastian penyerapan hasil panen petani lokal.
“Adanya jaminan off-take (jual beli, red) melalui program MBG memberikan efek langsung terhadap perputaran ekonomi di desa-desa,” ujarnya.
Dia mengatakan sinergi Badan Gizi Nasional (BGN) dengan program MBG dapat mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan peternakan di Banten.
“Sinergi BGN dengan program MBG-nya ini akan menjadi pemicu utama meningkatnya produktivitas pertanian kita,” pungkas Sudaryono. (Red)




