Kobarnews.id, LEBAK – Sebanyak 85 kasus baru HIV tercatat di Kabupaten Lebak hingga September 2026. Kecamatan Rangkasbitung menjadi wilayah dengan temuan kasus tertinggi, yakni sembilan kasus.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lebak. Pemuda dan remaja masjid didorong ikut mengambil peran dalam upaya pencegahan, terutama melalui edukasi kepada teman sebaya.
Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Lebak, Alkadri, saat membuka Pelatihan Kader Penggerak IV Pemuda dan Remaja Masjid Agung Al-A’raaf (PKP PERMASI IV) di Masjid Agung Al-A’raaf Rangkasbitung, Jumat (25/9/2026) malam.
Kegiatan yang digelar Pengurus Pemuda dan Remaja Masjid Agung Al-A’raaf (PERMASI) tersebut berlangsung pada 25–27 September 2026. Kegiatan mengusung tema “Menjadikan Pemuda dan Remaja Masjid yang Produktif, Kreatif, dan Berkarakter.”
Alkadri mengatakan, pemuda dan remaja masjid memiliki posisi strategis dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan kesehatan yang menyasar generasi muda.
Menurut dia, masjid tidak hanya menjadi tempat kegiatan keagamaan. Pemuda yang aktif di dalamnya juga diharapkan mampu menjadi penggerak edukasi dan pencegahan perilaku berisiko di lingkungan pergaulan.
“Remaja masjid harus menjadi role model dalam menolak gaya hidup berisiko dan fenomena LGBT melalui pendekatan antarteman sebaya yang komunikatif dan persuasif,” ujar Alkadri.
Ia mengatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak per September 2026, terdapat 85 kasus baru HIV. Dari jumlah tersebut, sembilan kasus ditemukan di Kecamatan Rangkasbitung atau sekitar 10,5 persen.
Alkadri menyebut tingginya mobilitas masyarakat, perilaku berisiko, serta masih terbatasnya pemahaman dan edukasi kesehatan menjadi sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian.
Karena itu, kader PERMASI Al-A’raaf diminta tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi sosial untuk menyampaikan informasi pencegahan kepada teman sebaya.
“Para kader harus proaktif dan menjadi pelopor pencegahan melalui pendekatan komunikasi antarteman sebaya atau peer communication,” katanya.
Selain HIV, Alkadri juga mengingatkan pemuda masjid terhadap tantangan di ruang digital. Judi online dan kecanduan media sosial, kata dia, menjadi persoalan yang juga perlu diantisipasi generasi muda.
Melalui pelatihan tersebut, PERMASI Al-A’raaf diharapkan mampu mencetak kader penggerak yang aktif memakmurkan masjid sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di masyarakat.
Para kader juga diharapkan dapat mengampanyekan nilai moral, perilaku hidup sehat, serta membangun lingkungan pergaulan yang positif bagi generasi muda di Rangkasbitung dan sekitarnya. (Red/Dian)




