Kobarnews.id, LEBAK – Kecelakaan lalu lintas terjadi di perlintasan kereta api JPL 179, Jalan Jenderal Sudirman, atau yang dikenal sebagai Tanjakan Bang Arum, Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Sebuah truk tambang mengalami rem blong hingga menabrak area perlintasan kereta.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 00.48 WIB. Insiden itu menyebabkan perjalanan kereta rel listrik (KRL) rute Rangkasbitung-Tanah Abang maupun sebaliknya terganggu.
Truk baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 06.30 WIB. Selama proses evakuasi, perjalanan KRL dari arah Tanah Abang hanya dapat melayani perjalanan hingga Stasiun Citeras dan belum bisa masuk ke Stasiun Rangkasbitung.
Kepala Stasiun Rangkasbitung Yudi Sugiar Prawisuda mengatakan kejadian truk mengalami rem blong di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kendaraan yang membawa muatan berat.
“Truk rem blong sering terjadi di perlintasan JPL 179 atau Tanjakan Bang Arum ini. Mungkin karena tonase yang bermuatan berat. Pada akhirnya mengganggu perjalanan kereta api,” kata Yudi.
Yudi mengatakan proses evakuasi truk membutuhkan waktu berjam-jam. Selain mengganggu perjalanan kereta, insiden tersebut juga berdampak terhadap pengguna jalan.
“Evakuasi membutuhkan waktu berjam-jam. Pengguna jalan juga terganggu akibat insiden ini,” ujarnya.
Perjalanan KRL berangsur normal sekitar pukul 07.00 WIB setelah truk berhasil dievakuasi dari lokasi.
Yudi berharap Pemerintah Kabupaten Lebak melakukan evaluasi terhadap kondisi perlintasan tersebut, khususnya terkait kendaraan bertonase berat yang melintas di JPL 179.
“Mohon untuk ditinjau ulang berdasarkan geometri jalan yang tidak memungkinkan. Apakah mobil truk dengan muatan berat dengan tonase tertentu memungkinkan untuk melintas di JPL 179 (Tanjakan Bang Arum) secara safety,” tuturnya.
“Karena dari data kuantitatif, kejadian insiden di lokasi tersebut disebabkan rem blong truk bermuatan berat,” pungkasnya. (Red/Hikmat)



