Kobarnews.id, LEBAK – Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Kabupaten Lebak Gugun Nugraha menggagas pengembangan kawasan terpadu di sekitar Waduk Karian. Salah satu idenya yakni membangun danau buatan untuk mendukung budidaya ikan air tawar dan membuka peluang kerja bagi lulusan SMK.
Gagasan tersebut disampaikan Gugun saat ditemui wartawan Kobarnews.id di kantornya, Selasa (29/9/2026). Pembahasan antara lain menyoroti arah lulusan SMK setelah menyelesaikan pendidikan.
Gugun mengatakan lulusan SMK selama ini diarahkan pada konsep BMW, yakni bekerja, melanjutkan pendidikan, dan berwirausaha.
“SMK ini terbagi menjadi tiga produk yang disebut BMW, bekerja, melanjutkan, dan wirausaha,” kata Gugun.
Menurutnya, konsep tersebut perlu didukung dengan perencanaan yang terintegrasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.
Dia menilai perlu ada pemetaan yang jelas mengenai peluang kerja, pendidikan lanjutan, maupun bidang usaha yang dapat dikembangkan para lulusan SMK.
“Yang menjadi pertanyaan, setelah mereka lulus SMK mau bekerja di mana, mau melanjutkan ke mana, dan mau membuka wirausaha apa,” ujarnya.
Gugun mengatakan keterbatasan lapangan pekerjaan dan kondisi ekonomi menjadi tantangan bagi lulusan SMK. Karena itu, menurut dia, perlu ada upaya menciptakan ekosistem yang dapat menghubungkan pendidikan vokasi dengan potensi ekonomi daerah.
Gagas danau buatan di sekitar Waduk Karian
Salah satu potensi yang dilihat Gugun adalah keberadaan Waduk Karian di Kabupaten Lebak. Waduk tersebut merupakan proyek nasional yang salah satu fungsinya memasok air baku untuk wilayah Tangerang, Jakarta, dan Bogor.
Gugun menggagas pembangunan danau buatan di luar kawasan Waduk Karian. Danau tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar.
Dalam konsep itu, kata Gugun, SMK bidang perikanan dapat dilibatkan untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar.
“Di luar lokasi Waduk Karian, kita membuka danau buatan untuk budidaya ikan air tawar. Tentunya nanti hadir SMK perikanan untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar,” jelasnya.
Menurut Gugun, lahan yang digunakan dalam gagasan tersebut dapat memanfaatkan lahan milik PTPN. Namun, rencana itu masih membutuhkan pembahasan dan koordinasi dengan sejumlah pihak.
“Memang tidak mudah prosesnya karena membutuhkan koordinasi kepada pihak-pihak terkait seperti Kementerian PUPR, PTPN dan lainnya. Ini juga harus dikaji lebih dalam lagi,” katanya.
Gugun juga membayangkan danau buatan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk perikanan. Air dari kawasan tersebut nantinya diharapkan dapat mendukung kebutuhan pertanian di sekitarnya.
Dengan demikian, pengembangan kawasan bisa melibatkan SMK bidang perikanan, pertanian, hingga pariwisata.
“Semua terintegrasi, mulai dari perikanan, pertanian, dan juga wisata,” ujarnya.
Dia berharap gagasan tersebut dapat dikaji dan dikembangkan menjadi salah satu model pengembangan pendidikan vokasi yang terhubung dengan potensi ekonomi daerah.
Dengan konsep tersebut, lulusan SMK tidak hanya mendapatkan keterampilan di sekolah, tetapi juga memiliki ruang untuk menerapkan keahliannya melalui sektor perikanan, pertanian, maupun pariwisata.
“Harapannya program seperti ini bisa berjalan. Nantinya para lulusan SMK perikanan, pertanian, dan pariwisata bisa hadir di sana sehingga dapat berdampak pada pengurangan pengangguran,” pungkasnya. (Red/Hikmat)




