KOBARNEWS.ID, LEBAK — Program Sekolah Rakyat (SR) yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin di Kabupaten Lebak, Banten, ternyata belum banyak diketahui masyarakat.
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak mengakui sosialisasi program tersebut belum maksimal. Akibatnya, masih ada warga yang belum mengetahui keberadaan Sekolah Rakyat maupun siapa saja yang dapat mengikuti program tersebut.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Lebak, Iwan Khairil Anwar mengatakan, persoalan sosialisasi menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat.
“Kegiatan Sekolah Rakyat ini belum benar-benar tersosialisasi kepada masyarakat. Masih banyak yang belum mengetahui adanya kegiatan Sekolah Rakyat ini,” kata Iwan, Rabu (30/9/2026).
Menurut Iwan, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai program tersebut. Sosialisasi tidak hanya sebatas memperkenalkan Sekolah Rakyat, tetapi juga menjelaskan kelompok masyarakat yang memenuhi kriteria untuk mengikuti program.
Dinsos Lebak pun berencana memperkuat sosialisasi pada 2027. Langkah ini diharapkan membuat informasi mengenai Sekolah Rakyat lebih mudah diterima oleh keluarga yang menjadi sasaran program.
“Kami di tahun 2027 akan melakukan sosialisasi, khususnya tentang apa saja yang sebenarnya masyarakat boleh atau bisa ikut dalam kegiatan atau program pemerintah tentang Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Iwan menilai keberadaan Sekolah Rakyat dapat membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin yang selama ini menghadapi keterbatasan biaya sekolah.
Karena itu, dia berharap program tersebut benar-benar dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan. Jangan sampai keterbatasan informasi membuat keluarga sasaran tidak mengetahui adanya kesempatan pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
“Harapan kami, khususnya dari Dinas Sosial, dengan adanya program Sekolah Rakyat ini banyak masyarakat yang tadinya orang tuanya tidak sanggup membiayai sekolah, dengan program ini mereka bisa melanjutkan sekolah anaknya,” pungkasnya. (Hikmat)



