Kobarnews.id, SERANG – Suasana penuh keakraban mewarnai peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 di Polda Banten. Berbagai unsur keluarga besar Polri ikut ambil bagian dalam lomba menghias tumpeng yang digelar di Aula Gawe Kita Baluwarti Polda Banten, Jumat (2/10).
Lomba tersebut diikuti Pengurus Bhayangkari se-Daerah Banten, Polisi Wanita (Polwan) Polda Banten, serta ASN wanita Polda Banten.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki hadir bersama Wakapolda Banten Brigjen Pol Iwan Saktiadi, para pejabat utama Polda Banten, pengurus Bhayangkari, Polwan, dan ASN wanita.
Dalam sambutannya, Hengki mengatakan, lomba menghias tumpeng bukan sekadar ajang adu kreativitas. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan dan kekompakan keluarga besar Polri.
“Saya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Di tengah berbagai rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari, lomba menghias tumpeng menghadirkan suasana yang berbeda, sederhana, hangat, namun sarat makna,” ujar Hengki.
Menurutnya, tumpeng memiliki makna kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tumpeng menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, sekaligus harapan akan kebaikan.
Proses membuat tumpeng, lanjut Hengki, juga membutuhkan kreativitas, ketelitian, kesabaran dan kerja sama. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat Bhayangkari selama 74 tahun pengabdiannya.
“Untuk menghasilkan sebuah tumpeng yang indah dibutuhkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan kerja sama yang baik. Nilai-nilai tersebut sesungguhnya mencerminkan semangat yang tumbuh dalam perjalanan Bhayangkari selama 74 tahun pengabdiannya,” katanya.
Hengki juga menegaskan, peran Bhayangkari tidak sebatas mendampingi tugas suami sebagai anggota Polri. Bhayangkari turut berperan dalam membangun keluarga yang tangguh, menumbuhkan kepedulian sosial dan melahirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dia menyebut, kompleksitas tugas Polri membutuhkan dukungan keluarga yang kuat. Di balik anggota Polri yang menjalankan tugas, terdapat keluarga yang memberikan dukungan, pengertian dan kekuatan.
“Di situlah Bhayangkari memiliki peran yang sangat berarti. Kekuatan Polri tidak hanya dibangun dari profesionalisme personelnya, tetapi juga ditopang oleh keluarga yang harmonis dan lingkungan organisasi yang sehat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Hengki turut memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Bhayangkari yang selama ini dengan tulus mendampingi tugas dan pengabdian suami. Termasuk terus berkarya melalui berbagai kegiatan organisasi maupun sosial.
Dia pun mengajak seluruh peserta mengikuti lomba dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, kemenangan bukan menjadi satu-satunya tujuan.
“Tampilkan kreativitas terbaik, namun jangan menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Karena pada akhirnya keindahan tumpeng dapat dinilai oleh dewan juri, tetapi keindahan kebersamaan hanya dapat dirasakan oleh kita semua,” ucap Hengki.
Hengki berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam lomba tersebut tidak berhenti di arena perlombaan. Semangat itu diharapkan terus dibawa dalam kehidupan organisasi dan keluarga besar Polri.
“Saling mendukung, saling menguatkan, serta bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga besar Polri dan masyarakat,” tuturnya.
Kapolda Banten juga menyampaikan apresiasi kepada dewan juri yang memberikan penilaian secara objektif dan profesional. Apresiasi juga diberikan kepada panitia serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan.
Memasuki usia ke-74, Hengki berharap Bhayangkari semakin matang, solid dan kreatif. Selain itu, semakin banyak menghadirkan karya serta pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Selamat berlomba, tampilkan kreativitas terbaik, junjung tinggi sportivitas, jadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan serta kebersamaan keluarga besar Bhayangkari Daerah Banten,” pungkasnya. (Bidhumas)




