kobarnews.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Kabupaten Pandeglang
  • Banten
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • Wisata Pandeglang
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BudayaDaerahEkbisViral

Festival Murak Kadu 2026 Bukan Sekadar Pesta Durian, Kadu Bisa Jadi Mesin Ekonomi Lebak

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
27 September 2026
Bagikan
5 menit baca
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Jangan cuma makan durian, lalu kulitnya dibuang. Di balik legitnya kadu khas Lebak, tersimpan potensi ekonomi yang bisa menggerakkan petani, UMKM, anak muda hingga sektor pariwisata.

Pesan itu mengemuka dalam Festival Murak Kadu 2026 di Rangkasbitung, Lebak. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Sharing Session bertajuk “Ngobrol Tentang Kadu” di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Sabtu (26/9/2026).

Forum tersebut tidak sekadar membahas rasa dan kualitas durian. Para peserta diajak melihat kadu sebagai komoditas yang punya nilai ekonomi, budaya dan pariwisata.

Hadir sebagai narasumber utama AA Kadu atau Ki Mehong. Diskusi dipandu Wandi S. Assayid yang disebut sebagai pakar kadaharan. Turut hadir Kabid Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan, pegiat komunitas, mahasiswa dan unsur akademisi.

- Advertisement -
Ad image

AA Kadu mengatakan, kadu jangan hanya dipandang sebagai buah musiman yang ramai diburu saat panen.

Baca Juga:

Wagub Banten Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Lewat Trade Expo Indonesia
Kapolda Banten Silaturahmi ke Abuya Muhtadi dan Abuya Murtadlo, Perkuat Sinergi Ulama-Polri
Disnakertrans Kabupaten Serang Gelar Pelatihan Barista untuk Desa Wisata
Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel Rusak 7 Ruko, Sejumlah Warga Terluka

Menurutnya, durian bisa menjadi identitas daerah sekaligus sumber penghidupan masyarakat.

“Kita jangan melihat kadu hanya sebatas buah untuk dimakan. Di balik satu buah kadu ada petani, ada kebun, ada budaya, ada kuliner, bahkan ada peluang ekonomi dan pariwisata,” ujar AA Kadu.

Dia menegaskan, membesarkan potensi kadu tidak bisa dilakukan sendirian. Perlu kerja bersama antara petani, pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha dan generasi muda.

Baca Juga:

Pansus V DPRD Pandeglang Dorong Pengelolaan Aset Daerah Lebih Optimal
Viral! Mahar Pernikahan Wanita Asal Pandeglang, Disebut Dapat Rp 1,5 Miliar hingga Kebun Sawit
Ketua Fraksi Gerindra Soroti Kinerja OPD Kabupaten Serang: Jangan Cuma Seremonial!
Bupati Lebak Hadiri Kick-off Pembangunan 104 Huntap Korban Bencana

“Kalau mau kadu ini berkembang, harus dibicarakan bersama. Petani punya pengalaman, akademisi punya ilmu, pemerintah punya kebijakan, sementara anak-anak muda bisa membawa kreativitas dan teknologi,” katanya.

- Advertisement -
Ad image

Jangan Berhenti Jadi Buah Segar

AA Kadu juga mendorong agar nilai ekonomi kadu tidak berhenti ketika buah dipanen dan dijual.

Durian, kata dia, bisa dikembangkan menjadi berbagai produk pangan dan kuliner. UMKM juga bisa mengambil peran melalui pengolahan, kemasan dan pemasaran kreatif.

“Nilai tambahnya jangan berhenti ketika buah keluar dari kebun. Bagaimana buah itu bisa diolah, bagaimana UMKM bisa ikut bergerak, bagaimana orang datang ke Lebak karena ingin merasakan kadu dan suasana daerahnya. Itu yang harus kita pikirkan,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad image

Menurutnya, jika dikelola bersama, kadu bisa menjadi pintu masuk bagi pengembangan ekonomi kreatif sekaligus pariwisata di Lebak.

Bukan hanya buahnya yang dijual, tetapi juga pengalaman menikmati kadu, kuliner khas, suasana kebun dan budaya masyarakat setempat.

Baca Juga:

Warga Malingping Adukan Jalan Rusak ke Fraksi PKS DPRD Banten, Minta Masuk Program Bang Andra 2027
Puskesmas Petir Gandeng Paraji, Persalinan Wajib di Fasilitas Kesehatan
Santri Ponpes Al-Mu’awanah Sambut Haru Kedatangan Polisi, Doakan Keselamatan Personel
Gebrakan Awal Kadisparpora Kota Serang, Ahmad Nuri Gagas Gerakan Pemuda Jaga Kamtibmas

Anak Muda Jangan Cuma Jadi Penikmat

Keterlibatan generasi muda juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut.

AA Kadu mengingatkan, anak muda perlu mengenal perjalanan kadu sejak dari kebun hingga menjadi produk bernilai ekonomi.

“Anak muda jangan hanya tahu makan kadunya. Mereka harus tahu dari mana kadunya, siapa yang menanam, bagaimana merawatnya, bagaimana mengolahnya dan bagaimana menjualnya. Dari situ muncul pengetahuan dan peluang usaha,” tutur AA Kadu.

Dia berharap generasi muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi ikut mengambil bagian dalam pengembangan komoditas lokal.

Sebab, keberlanjutan kadu tidak hanya bergantung pada petani yang saat ini mengelola kebun. Regenerasi petani dan munculnya pelaku usaha baru juga menjadi bagian penting.

Dalam forum tersebut, pembahasan kemudian melebar pada ekosistem kadu. Pertanian menjadi fondasi utama untuk menjaga kualitas dan kontinuitas produksi.

Sektor pangan dapat memberikan nilai tambah melalui produk olahan. Sementara pariwisata bisa menjadi pintu untuk mengenalkan kadu sekaligus kuliner dan budaya Lebak kepada masyarakat luar daerah.

Festival Jangan Sekadar Ramai

Festival Murak Kadu 2026 mengusung tema “Kadu Nikmat, Berjuta Manfaat”.

Bagi AA Kadu, festival tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau pesta buah semata.

“Festival jangan hanya ramai hari ini, kemudian selesai. Yang lebih penting adalah apa yang bisa kita bawa pulang setelah acara ini. Petani semakin kuat, anak muda tertarik, UMKM berkembang, dan masyarakat semakin bangga dengan produk daerahnya,” katanya.

Pesan tersebut menjadi benang merah Festival Murak Kadu 2026. Kadu tidak hanya bicara soal rasa, tetapi juga soal petani, usaha rakyat, budaya dan masa depan ekonomi daerah.

Dari kebun, kadu bisa menjadi produk pangan. Dari produk pangan lahir usaha. Dari usaha terbuka peluang ekonomi kreatif dan pariwisata.

Jika mata rantai itu bisa dibangun bersama, kadu bukan hanya menjadi buah kebanggaan Lebak, tetapi juga memiliki ruang untuk memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya HUT ke-25, Demokrat Pandeglang Gelar Donor Darah Target 25 Kantong
Selanjutnya Seren Taun Cisungsang di Lebak Jadi Magnet Wisatawan
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Festival Pop Singer Banten 2026 Dibuka untuk Umum, Catat Jadwalnya!

Disbudpar Lebak Perkuat Pelestarian dan Penetapan Status Cagar Budaya

Bupati Lebak Teken MoU Pengembangan Ekonomi Padi Terintegrasi 2026

DPRD Pandeglang Siap Kawal Peningkatan Layanan RSUD Berkah, Soroti Freezer Jenazah Rusak

Muhadi: Pendidikan Agama Anak Dimulai dari Lingkungan Keluarga

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Ekbis

Bedolan Pamarayan Digelar 17 Oktober, Warga Diimbau Utamakan Keselamatan

Daerah Hukum

Kapolda Banten Sambangi DPRD, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Daerah Infrastruktur

Jalan Menuju Dalung di Kota Serang Rusak dan Berlubang, Warga Keluhkan Bahaya Kecelakaan

Barjas Daerah

Dindikpora Pandeglang Siapkan Popda 2028, Pelatihan Pemuda Digelar untuk 5 OKP

Daerah Inspirasi

Bukan Cuma Seremonial Ulang Tahun, Forum Wartawan Banten Pilih Ketuk Pintu Langit Lewat Santunan Yatim

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com