Kobarnews.id, CILEGON – Kondisi fiskal Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tengah menghadapi tekanan. Kondisi tersebut turut berdampak pada operasional pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengatakan hal itu diketahui setelah dirinya mendengar langsung keluhan dari sejumlah camat dan lurah. Salah satu persoalan yang dikeluhkan berkaitan dengan pencairan Ganti Uang (GU) untuk mendukung kebutuhan operasional kelurahan.
“Saya melihat di wilayah saat ini butuh disemangati, motivasi, mengingat mereka dengan kondisi fiskal sangat kesulitan,” kata Fajar.
Menurut Fajar, persoalan pencairan GU menjadi salah satu keluhan aparatur di wilayah. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pencairan GU sejak awal tahun baru dilakukan untuk sebagian kelurahan.
“Keluhan banyak. Contoh terkait GU, belum semuanya, baru hanya dua. Itu ada kelurahan yang sampai kesulitan bayar listrik,” ujarnya.
Fajar mengatakan keterbatasan fiskal tidak hanya berdampak pada pencairan GU. Dia juga mendengar adanya aparatur di wilayah yang harus mencari jalan keluar sementara untuk memenuhi kebutuhan operasional.
“Bukannya saya cari empati, enggak. Bahkan saya dengar ada yang sampai ngutang, camatnya sampai nombokin,” ujar Fajar.
Meski kondisi fiskal tengah sulit, Fajar meminta para camat dan lurah tetap semangat menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dia meminta aparatur di wilayah tetap menjalankan tugas sesuai arahan Wali Kota Cilegon Robinsar.
“Jadi kalian terus semangat, terus jalankan apa yang menjadi perintah Kang Wali Kota,” tuturnya. (Red/Haris)



