Kobarnews.id, LEBAK – Tak ada meja rapat. Tak ada suasana protokoler. Apalagi jarak formal antara pejabat dan warga.
Usai menghadiri acara ngunduh mantu di Kecamatan Cilograng, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah justru memilih rehat sejenak dengan ngopi di warung pinggir jalan di kawasan Kecamatan Bayah, Minggu (20/9/2026).
Momen sederhana itu sontak menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi.
Amir Hamzah terlihat duduk santai bersama rombongan. Secangkir kopi menemani obrolan ringan dengan warga. Suasananya pun jauh dari kesan agenda pemerintahan yang biasanya serba resmi.
Sebelumnya, Amir Hamzah berada di kawasan Lebak Selatan untuk menghadiri acara ngunduh mantu putra Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Drs. KH. Iip Makmur, di Kecamatan Cilograng.
Dalam perjalanan pulang, rombongan kemudian singgah di kawasan Bayah.
Usai menunaikan salat di salah satu masjid pinggir jalan, Amir Hamzah menyempatkan diri beristirahat. Bukan di ruang VIP atau tempat khusus. Dia memilih duduk di warung sederhana, menikmati kopi sambil berbincang bersama warga.
Pemandangan itu pun menjadi perhatian.
Maklum, warga yang berada di lokasi datang dari sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak. Kesempatan bertemu langsung dengan Wakil Bupati dalam suasana santai menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka.
Baedowi (45), warga Kecamatan Cirinten, mengaku senang bisa berbincang dan ngopi bersama rombongan Wakil Bupati.
“Iya, kita ngobrol sambil ngopi dengan rombongan Pak Wakil Bupati. Kami jadi bangga, ternyata merakyat,” ujar Baedowi.
Menurut Baedowi, pertemuan dalam suasana informal membuat komunikasi antara masyarakat dan pejabat terasa lebih cair.
Hal senada disampaikan Uweng (56), warga Rangkasbitung. Dia menilai Amir Hamzah cukup supel karena bersedia duduk dan menikmati kopi di warung pinggir jalan bersama masyarakat.
“Pak Amir supel, mau ngopi pinggir jalan dengan masyarakat,” kata Uweng.
Bagi warga, momen tersebut menunjukkan bahwa interaksi antara pejabat dan masyarakat tak selalu harus berlangsung di ruang resmi.
Warung kopi pinggir jalan pun bisa menjadi ruang perjumpaan. Tempat berbincang, bertukar cerita, sekaligus mendengar langsung suara masyarakat.
Secangkir kopi. Meja sederhana. Obrolan tanpa sekat.
Momen kecil di pinggir jalan itu justru membuat sosok Wakil Bupati terasa lebih dekat dengan masyarakat. (Red/Dian)




