kobarnews.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Kabupaten Pandeglang
  • Lebak
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Pemkab Lebak
  • LapasCibinong
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BudayaDaerahNewsViral

Ratusan Perempuan Kasepuhan Ciusul Jalani Tradisi Neres Usai Panen Raya

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
24 September 2026
Bagikan
3 menit baca
Tradisi Neres (mandi bareng) kaum perempuan yang digelar di aliran Sungai Cimadur tersebut berlangsung meriah.
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Masih dalam rangkaian kegiatan Seren Taun Citorek Kidul 2026, ratusan perempuan di Kasepuhan Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, menjalani tradisi mandi bersama yang dikenal dengan sebutan Neres.

Tradisi yang digelar di aliran Sungai Cimadur tersebut berlangsung meriah. Para perempuan datang dengan membawa berbagai peralatan rumah tangga untuk ikut dibersihkan dalam ritual yang telah dilakukan secara turun-temurun itu.

Neres hanya boleh diikuti perempuan yang sudah berumah tangga. Namun, tidak semua perempuan bisa mengikuti tradisi tersebut. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, salah satunya tidak sedang dalam masa haid.

Lina Herlina, warga Bayah yang turut datang dalam kegiatan tersebut, mengaku penasaran ingin melihat langsung tradisi Neres. Selama ini, dia hanya mendengar cerita dari masyarakat.

- Advertisement -
Ad image

“Saya datang dari Bayah hanya ingin melihat acara Neres ini. Penasaran, selama ini cuma dengar ceritanya, belum pernah melihat langsung,” ujar Lina.

Baca Juga:

Polda Banten Bongkar Dugaan Tambang Tanah Urug di Kasemen
Wagub Dimyati Beber Strategi Ketahanan Pangan Banten ke Peserta Sespimti Polri
Raker GMPK Banten, Bentuk Tim Kerja Pencegahan Korupsi
Metrologi Awasi Pos dan Jasa Ekspedisi, Konsumen Diminta Dapat Kepastian Layanan

Tradisi Neres merupakan bagian dari rangkaian Seren Taun yang digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat setelah panen raya selesai.

Dalam ritual tersebut, para perempuan membersihkan tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki. Uniknya, mereka menggunakan berbagai unsur alam sebagai perlengkapan mandi.

Untuk keramas, misalnya, mereka menggunakan batang padi atau jerami yang telah dibakar. Penggunaan bahan-bahan alami tersebut menjadi bagian dari kekhasan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga:

Pemprov Banten Gandeng PTPN IV Buka Lapangan Kerja, Warga Lokal Diprioritaskan
Kantor Pengadilan Tinggi Agama Banten di Serang Terbakar, 4 Ruangan Lantai 2 Dilalap Api
Bupati Lebak Minta PGRI Jadi Mitra Strategis, Kawal Kebijakan Pendidikan
Proyek Trotoar dan Drainase Sunan Kalijaga Baru 24 Persen, Rp4,68 Miliar Ditarget Rampung Desember

Bagi masyarakat setempat, Neres bukan sekadar mandi bersama. Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk pembersihan diri, baik secara fisik maupun batin, dari penyakit, wabah, serta hal-hal negatif yang diyakini dapat memengaruhi kehidupan bertani dan kehidupan bermasyarakat.

- Advertisement -
Ad image

Tak hanya tubuh yang dibersihkan. Dalam kegiatan tersebut, para perempuan juga membawa sejumlah peralatan rumah tangga tradisional untuk dibersihkan.

Di antaranya seeng, yakni periuk atau dandang berukuran besar, serta boboko, bakul atau wadah nasi yang terbuat dari anyaman bambu. Berbagai peralatan rumah tangga khas masyarakat setempat tersebut turut menjadi bagian penting dalam tradisi Neres.

Usai ritual Neres, ratusan perempuan kemudian mengumpulkan berbagai makanan untuk dibagikan atau ditukar dengan warga lainnya.

- Advertisement -
Ad image

Tradisi berbagi makanan tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. Semua warga dipersilakan mencicipi makanan yang telah dikumpulkan.

Bagi masyarakat Kasepuhan Ciusul, Neres bukan sekadar tradisi tahunan. Ritual tersebut menjadi bagian dari cara mereka menjaga warisan leluhur, sekaligus ungkapan syukur atas hasil panen dan kehidupan yang telah dijalani bersama.

Baca Juga:

Pejabat Samsat Cilegon Diduga Tinggalkan Kantor Sebelum Jam Kerja Usai
Musim Hujan Mundur, Banten Siapkan Rekayasa Cuaca
Kemenag Lebak Ingatkan PNS Cek Data Simpeg5: “Simpegmu adalah Nasibmu”
Limbah Triplek di Pabrik Ciginggang Lebak Terbakar, 2 Mobil Damkar Dikerahkan

Terkait kegiatan ritual tersebut, para kasepuhan Ciusul Desa Citorek Kecamatan Cibeber hingga kini belum bisa dimintai keterangan. (Red/Hikmat)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya OMI 2026, Bukti Talenta Madrasah Lebak Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata
Selanjutnya CT Scan RSUD Adjidarmo Lebak Segera Uji Coba, Cek Kesiapan Alat
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Kapolsek Malingping Cek Dapur MBG, Ingatkan Pekerja Jaga Kamtibmas

Dandim Pandeglang Pimpin Upacara Penerimaan 10 Personel Baru

Subdenpom Pandeglang Perkuat Sinergi Dengan PUPR

Bukan Sekadar HUT Banten, Pekan Kebudayaan Jadi Panggung Baru Seni Tradisi

Strategi Pemprov Banten 2027 Tekan Kemiskinan, Fokus SDM Unggul dan Infrastruktur

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Hukum

Remaja 16 Tahun di Pandeglang Hilang, Naik Scoopy Merah

Daerah Ekbis

Glamping di Pinggir Sungai Jadi Primadona Curug Goong Pandeglang

Daerah Pemerintahan

Indeks Integritas Pendidikan Banten Naik, Dimyati Targetkan Level Adaptif

Daerah Hukum

Siswa SMPN 1 Rangkasbitung Belajar Tertib Lalu Lintas di Satpas Polres Lebak

Daerah News

Pohon Tumbang Tutup Jalan Rangkasbitung-Pandeglang, Lalu Lintas Macet

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Inspirasi
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com