Kobarnews.id, SERANG – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki membuka Lomba Polisi Cilik (Pocil) 2026 dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Senin (21/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan disiplin dan budaya tertib berlalu lintas kepada anak-anak sejak dini.
Lomba tersebut mengusung tema “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”. Hengki mengatakan Polisi Cilik bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan keselamatan berlalu lintas.
“Melalui Polisi Cilik, anak-anak kita belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, keberanian, percaya diri dan kepedulian terhadap keselamatan,” ujar Hengki kepada wartawan, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, budaya tertib berlalu lintas perlu dibentuk sejak usia dini melalui kegiatan edukatif yang menyenangkan dan melibatkan anak secara langsung.
Hengki juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai tujuan utama. Menurutnya, keberanian tampil, kekompakan, kedisiplinan dan sportivitas lebih penting dalam mengikuti perlombaan.
“Menang adalah prestasi, tetapi berani tampil dan memberikan yang terbaik juga merupakan sebuah kebanggaan,” katanya.
Hengki berharap Polisi Cilik Polda Banten dapat terus berkembang hingga mampu berprestasi di tingkat nasional. Dia meminta jajaran Ditlantas Polda Banten melakukan pembinaan secara berkelanjutan.
“Saya berharap Polisi Cilik dari Banten bisa tampil sampai tingkat nasional. Siapkan yang terbaik, terus lakukan pembinaan, karena anak-anak inilah yang nantinya menjadi generasi penerus dan diharapkan memiliki budaya tertib serta kesadaran keselamatan berlalu lintas,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Hengki juga mengajak para Polisi Cilik menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, dimulai dari diri sendiri dan keluarga.
Dia mengingatkan pentingnya menggunakan helm saat mengendarai atau dibonceng sepeda motor, memakai sabuk keselamatan ketika berada di dalam mobil, serta menyeberang di tempat yang aman.
“Kalau dibonceng sepeda motor, pakai helm. Kalau naik mobil, gunakan sabuk keselamatan. Saat menyeberang jalan, lihat kanan dan kiri serta gunakan tempat penyeberangan yang semestinya,” ungkap Hengki.
Hengki juga mendorong anak-anak berani mengingatkan orang tua apabila melihat perilaku yang tidak tertib dalam berlalu lintas. Pesan tersebut, kata dia, dapat disampaikan dengan cara yang sopan.
Selain melalui Polisi Cilik, Hengki meminta jajaran Polda Banten memperkuat edukasi lalu lintas kepada generasi muda melalui berbagai program, termasuk Polisi Sahabat Anak dan pembinaan di sekolah.
“Kita harus terus hadir memberikan edukasi dan membangun kedekatan dengan generasi muda. Jadikan kegiatan seperti Polisi Cilik sebagai ruang pembinaan yang menyenangkan sekaligus mendidik,” katanya.
Hengki turut mengapresiasi Ditlantas Polda Banten, para pembina, pelatih, guru dan orang tua yang telah mendampingi peserta.
Kepada seluruh Polisi Cilik, dia berpesan agar tampil percaya diri, menjaga kekompakan dan menjunjung sportivitas.
“Jangan tegang, tetap percaya diri, jaga kekompakan dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Jadilah Polisi Cilik yang membanggakan serta pelopor keselamatan berlalu lintas,” pungkasnya.
Lomba Polisi Cilik 2026 diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas kepada generasi muda sejak dini. (Haris/Danu)




