kobarnews.id
Minggu, 27 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Kabupaten Pandeglang
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Lebak
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahEkbisInfrastrukturNewsViral

Terminal Kadubanen Sepi, Jalur Lintas Kendaraan Malah Jadi Parkiran

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
19 September 2026
Bagikan
4 menit baca
Hampir tiap hari lahan terminal Kadubanen Pandeglang jadi tempat lahan parkir kendaraan barang dan lintas berbagai kendaraan.
Bagikan

Kobarnews.id, PANDEGLANG – Kondisi Terminal Kadubanen, Kabupaten Pandeglang, bikin miris. Terminal yang semestinya menjadi pusat aktivitas angkutan umum justru terlihat lengang. Angkot sepi penumpang, sementara sejumlah area di dalam terminal malah dimanfaatkan untuk parkir kendaraan pribadi hingga angkutan barang.

Kondisi tersebut disebut sudah berlangsung bertahun-tahun. Wajah Terminal Kadubanen dan transportasi umum di Pandeglang seolah tak banyak berubah. Padahal, berbagai trayek angkutan kota semestinya menjadikan terminal ini sebagai pusat naik-turun penumpang.

Angkot memang masih datang dan pergi. Namun, penumpang yang ditunggu tak banyak.

Bagi para sopir, kondisi ini bukan sekadar soal terminal yang sepi. Lebih dari itu, menyangkut pendapatan yang terus tertekan karena angkutan umum menjadi sumber mata pencaharian mereka.

- Advertisement -
Ad image

Sejumlah sopir angkutan umum di Pandeglang membenarkan kondisi tersebut. Mereka menyebut hampir seluruh trayek angkutan umum di wilayah Pandeglang menghadapi persoalan serupa.

Baca Juga:

Wagub Banten Puji QRIS: Cepat, Transparan, Lintas Negara
Pohon Tumbang Timpa Pedagang di Lebak, Polisi Bergerak Evakuasi
Kapolres Lebak Cek Kesiapan dan Kesehatan Personel Polsek Panggarangan
85 Kasus Baru HIV di Lebak, Remaja Masjid Didorong Jadi Pelopor Pencegahan

“Iya, kayaknya hampir semua trayek di Pandeglang sepi penumpang. Ke Terminal Kadubanen dan subterminal pun hanya lewat saja,” ujar seorang sopir yang tidak menyebut.

Menurutnya, perubahan kebiasaan masyarakat menjadi salah satu penyebab angkot semakin kehilangan penumpang. Kepemilikan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, membuat masyarakat memiliki pilihan transportasi sendiri.

Belum lagi kehadiran ojek online yang menawarkan kemudahan dan kepraktisan. Masyarakat tak perlu lagi datang ke terminal untuk mendapatkan kendaraan.

Baca Juga:

Petani Pandeglang Menjerit, Sawah Puso dan Diserang Hama
Jadi Ketua HKTI Banten, Andra Soni Jadikan Sitandu Laboratorium Pertanian
HUT Banten ke-26 Tanpa Hura-hura, Pemprov Fokus Acara yang Berdampak
Alun-Alun Rangkasbitung Semarak, Festival Murak Kadu 2026 Resmi Digelar

“Mungkin karena masyarakat cukup banyak yang memiliki kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Juga cukup banyak ojek online,” katanya.

- Advertisement -
Ad image

Dampaknya langsung dirasakan para sopir. Jumlah penumpang berkurang, perjalanan tetap harus dilakukan, sedangkan biaya operasional kendaraan terus berjalan.

“Pendapatan sopir angkot menurun, bahkan cenderung sepi,” ungkapnya.

Ironisnya, di tengah semakin sepinya aktivitas angkutan umum, ruang terminal justru terlihat dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Kendaraan pribadi dan angkutan barang terlihat menggunakan area terminal sebagai tempat parkir.

- Advertisement -
Ad image

Tak hanya itu, area terminal juga kerap dimanfaatkan untuk lokasi permainan rakyat seperti korsel atau komedi putar.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai fungsi dan pengelolaan Terminal Kadubanen. Terminal seharusnya menjadi ruang utama pergerakan angkutan umum sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Baca Juga:

Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Pakai QRIS, Pemprov Banten Gandeng BI
Gubernur Banten Sambangi Keluarga 2 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Gubernur Andra Soni Kunjungi Keluarga 2 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Kapolres Lebak Takziah ke Rumah Jurnalis ANTARA yang Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

Namun, ketika angkutan umum semakin kehilangan penumpang, sementara kendaraan pribadi justru mengambil ruang di dalam terminal, persoalannya menjadi lebih besar.

Apakah Terminal Kadubanen masih menjalankan fungsi sebagaimana mestinya?

Mantan aktivis pergerakan Pandeglang, Iif, menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan menyalahkan masyarakat karena memilih kendaraan pribadi atau ojek online.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari perubahan pola transportasi yang sedang berlangsung.

“Angkutan kota dituntut berhadapan dengan kendaraan pribadi dan transportasi berbasis aplikasi, sementara daya tarik terminal sebagai simpul transportasi publik tampaknya semakin melemah,” ujar Iif kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).

Dia mengatakan, jika tidak ada pembenahan, terminal berpotensi hanya menjadi tempat angkot dan angkutan umum singgah tanpa penumpang yang memadai. Sementara, ruang terminal perlahan beralih fungsi untuk kebutuhan lain.

“Pertanyaannya kemudian bukan sekadar mengapa terminal sepi. Tetapi, apa yang membuat masyarakat semakin enggan menggunakan angkot dan datang ke terminal?” katanya.

Menurut Iif, ketika terminal kehilangan penumpang, angkot kehilangan penghasilan, dan ruang terminal justru ramai oleh kendaraan pribadi, persoalannya sudah bukan sekadar terminal yang sepi.

“Ada yang perlu dievaluasi dari sistem transportasi publik di Pandeglang. Begitu pula gebrakan nyata dari Pemkab Pandeglang untuk bisa mengubah wajah Terminal Kadubanen agar semakin maju dan ekonomi masyarakat meningkat,” pungkasnya. (Red/Fid)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Cihara, Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda
Selanjutnya Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Desak Efek Jera dan Aset Negara Dikembalikan
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Ketum DPP KNPI Dukung Kuliah Gratis, Sebut Bisa Cetak SDM Unggul

Pengangguran Serang Masih 8,73 Persen, 3.978 Lowongan Kerja Dibuka

Pemkot Serang Minta Lurah-Camat Teliti Teken Dokumen Tanah

Tekan Stunting, Pemkot Tangsel Targetkan 108 Pos Gizi hingga 2029

Bupati Serang Gandeng MUI-Karang Taruna Awasi Lingkungan, Cegah Kasus Asusila

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah News

10 Ribu Benih Ikan dan 500 Bibit Jengjeng Disalurkan untuk Warga Cisimeut Raya

Daerah News

Gempa M 4,7 Guncang 58 Km Barat Daya Sumur Pandeglang

Daerah Nasional

Bupati Pandeglang Koordinasi dengan SAR, Buka Peluang Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK Arupadhatu I

Daerah Hukum

Polda Banten Usut Dugaan Kekerasan Seksual Oknum ASN Pemkab Tangerang

Daerah Hukum

Gedung Golkar Lebak Disebut Aset Pemkab, Pemanfaatannya Berstatus Quo

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com