Kobarnews.id, SERANG – Dukungan moril terus mengalir kepada keluarga jurnalis pewarta foto LKBN ANTARA, Muhammad Bagus Khoirunnas, yang hingga kini belum ditemukan setelah speedboat Arupadhatu 1 hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Wali Kota Serang Budi Rustandi turun langsung menyambangi kediaman istri Bagus, Desi Purnamasari, di Pondok Parumasan Indah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa (29/9/2026).
Budi datang bersama jajaran Pemkot Serang. Kedatangannya untuk memberikan dukungan dan doa kepada keluarga Bagus yang masih menanti kabar keberadaan suaminya.
Budi disambut Desi bersama orang tuanya. Dalam pertemuan tersebut, Budi mendoakan agar keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi musibah tersebut.
“Hari ini kita datang ke rumah istri dari Muhammad Bagus Khoirunnas dan disambut oleh istri beliau, Desi Purnamasari, bersama orang tuanya,” ujar Budi.

Dia berharap Bagus bersama korban lainnya segera ditemukan.
“Saya sebagai Wali Kota Serang memberikan support, doa, dan dukungan. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran,” katanya.
Budi juga mendoakan agar ada jalan terbaik atas musibah yang menimpa Bagus dan korban lainnya.
“Kita doakan, semoga ada jalan terbaik dan dengan izin serta rida Allah SWT, Bagus bisa segera ditemukan,” ucapnya.
Keluarga Masih Berharap
Sementara itu, Desi mengaku masih berharap proses pencarian terhadap suaminya dan korban lainnya dapat kembali dilanjutkan.
Menurutnya, keluarga kini masih mengandalkan informasi dari masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di Selat Sunda maupun wilayah perairan lainnya.
“Dari kami, pencarian diharapkan bisa kembali dilanjutkan,” tutur Desi.
Dia mengatakan informasi sekecil apa pun dari nelayan maupun masyarakat sangat berarti bagi keluarga.
“Kami saat ini hanya mengandalkan bantuan dan informasi dari nelayan, baik di Selat Sunda maupun di perairan di luar Selat Sunda, dan masyarakat sekitar untuk bisa menemukan suami dan seluruh awak Kapal Speedboat Arupadhatu 1 yang hingga kini belum ditemukan keberadaannya,” katanya.
Desi juga meminta nelayan dan masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban, benda, atau kapal yang diduga berkaitan dengan Arupadhatu 1.
“Bagi nelayan ataupun masyarakat yang melihat ada tanda-tanda keberadaan orang, benda maupun kapal, segera memberikan informasi kepada pihak berwenang. Karena sekecil apa pun informasinya, itu bisa sangat membantu kami,” ungkapnya.
Satu ABK Sudah Ditemukan
Speedboat Arupadhatu 1 membawa delapan orang saat berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9). Mereka terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal.
Kapal tersebut hilang kontak saat dalam perjalanan menuju perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Hingga kini, baru satu awak kapal yang ditemukan, yakni Surakman. Jenazah ABK Arupadhatu 1 itu ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.
Jenazah Surakman kemudian dimakamkan di TPU Ki Demang, Kabupaten Pandeglang, Kamis (24/9), setelah disalatkan di Masjid Agung Jami Al-Khusaeni.
Sementara Bagus bersama korban lainnya hingga kini masih belum ditemukan. (Red/Danu)




