Kobarnews.id, PANDEGLANG – Warga Kabupaten Pandeglang sumringah. Akses jalan dan jembatan yang selama bertahun-tahun dikeluhkan karena rusak, kini mulai dibenahi Pemerintah Provinsi Banten melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Gubernur Banten Andra Soni turun langsung meninjau sejumlah proyek infrastruktur tersebut, Senin (28/9/2026).
Beberapa lokasi yang dikunjungi Andra di antaranya ruas Jalan Polsek Saketi–Pematang, ruas Jalan Batubantar–Banjar, serta Jembatan Huni di Kecamatan Panimbang.
Bagi warga, pembangunan infrastruktur bukan sekadar memperbaiki jalan. Akses yang mulus dinilai menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, terutama untuk menunjang pertanian, pendidikan, kesehatan hingga perdagangan.

Ketua RW 10 Desa Panimbang Jaya, Nur (50), mengaku senang dengan pembangunan yang dilakukan pemerintah.
“Kami sangat berbahagia, karena pembangunan ini bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat,” kata Nur.
Dia juga menyampaikan terima kasih atas pembangunan Jembatan Huni. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses vital yang digunakan warga untuk berbagai aktivitas.
“Pembangunan jembatan ini membuat aktivitas warga menjadi lancar. Baik untuk pendidikan, ekonomi, maupun kesehatan,” ujarnya.
Pernah Ada Truk Terbalik
Saat meninjau Jembatan Huni, Andra mengungkapkan kondisi jembatan sebelumnya cukup memprihatinkan. Kerusakan bahkan dinilai membahayakan pengguna jalan.
“Beberapa bulan lalu saya mendapatkan laporan ada truk terbalik di jembatan ini. Kondisi jembatannya saat itu memang rusak dan membahayakan,” ungkap Andra.
Jembatan Huni menghubungkan Desa Panimbang Jaya dengan Desa Gombong. Pembangunannya ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Menurut Andra, keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi aktivitas ekonomi warga. Bukan hanya sektor pertanian, tetapi juga perikanan, pendidikan dan kesehatan.
Jembatan itu juga berfungsi sebagai jalur evakuasi.
“Kondisi jembatan ini sangat memengaruhi perekonomian masyarakat mulai dari pertanian, perikanan, hingga akses pendidikan dan kesehatan. Jalan ini juga merupakan jalur evakuasi,” jelasnya.
Andra mengatakan Pemprov Banten turun tangan memperbaiki jembatan tersebut meski kewenangan infrastrukturnya berada di Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
“Kami (Pemerintah Provinsi) melakukan intervensi pembangunan karena jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, meski kewenangannya ada di Kabupaten Pandeglang,” tegasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, Jembatan Huni menjadi jalur penting bagi kendaraan pengangkut hasil bumi sekaligus jalur darurat.
Karena itu, perbaikan jembatan masuk dalam skala prioritas Program Bang Andra.
“Ini masuk dalam program prioritas Bang Andra karena merupakan kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar Arlan.
Jalan Puluhan Tahun Akhirnya Dibangun
Tak hanya jembatan, Andra juga mengecek pembangunan dua ruas jalan. Yakni Jalan Polsek Saketi–Pematang sepanjang 1,8 kilometer dan Jalan Batubantar–Banjar sepanjang 1,7 kilometer.
Warga Batubantar, Yance Meipikis (45), menyambut baik pembangunan tersebut.
Dia mengaku jalan di wilayahnya sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan.
“Selama ini wilayah Kadudodol, Cimanuk, dan Banjar sudah puluhan tahun belum dibangun. Dengan adanya Program Bang Andra, jalan ini akhirnya terbangun,” kata Yance.
Menurut Yance, pembangunan jalan akan memangkas kesulitan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mulai dari bertani, bersekolah hingga berdagang.
Sebelumnya, kondisi jalan yang rusak membuat warga harus menempuh perjalanan jauh, termasuk ketika hendak membeli pupuk.
Antusiasme warga terlihat saat Andra berada di Batubantar. Sejumlah ibu-ibu bahkan meminta foto bersama. Mereka juga secara spontan menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Banten atas pembangunan jalan di wilayah tersebut.
Ini Daftar Jalan yang Dibangun
Pada 2026, Program Bang Andra di Kabupaten Pandeglang mencakup pembangunan satu jembatan dan sejumlah ruas jalan.
Berikut ruas jalan yang masuk dalam program tersebut:
- Batubantar–Banjar: 1,7 kilometer
- Cikadu–Sudamanik: 2,7 kilometer
- Ciwangun–Citeluk: 2,71 kilometer
- Kampung Pasir Waru–Babakan Kalanganyar: 1,8 kilometer
- Polsek Saketi–Pematang: 1,8 kilometer
- Poros Desa Kertasana–Senangsari Pagelaran: 1,8 kilometer
- Tanjungan–Mantiung: 1,8 kilometer
- Kampung Jaha–Desa Cinoyong: 2,5 kilometer
Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan membuka akses yang lebih lancar bagi masyarakat Pandeglang, sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa. (Red/Riyan)




