Kobarnews.id, LEBAK – Aktivitas perdagangan di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, tengah mengalami penurunan. Dari sekitar 1.400 kios dan los yang tersedia, hanya 742 yang masih buka. Sebanyak 658 lainnya tutup.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan di pasar tradisional terbesar di Kabupaten Lebak itu mengalami penurunan. Sepinya pembeli disebut menjadi salah satu faktor banyak pedagang memilih menutup kios dan los mereka.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Yani, membenarkan kondisi tersebut.
“Dari sekitar 1.400 kios dan los yang ada, yang buka hanya sekitar 742 kios dan los. Sisanya tutup karena kondisi pasar yang sepi pembeli,” ujar Yani kepada Kobarnews.id, Jumat (18/9/2026).
Menurut Yani, perubahan pola belanja masyarakat turut memengaruhi kondisi perdagangan di Pasar Rangkasbitung. Masyarakat kini semakin banyak menggunakan platform daring untuk berbelanja.
Selain itu, kondisi ekonomi yang lesu disebut berdampak terhadap daya beli masyarakat.
“Sekarang masyarakat banyak yang memilih belanja online atau daring. Kondisi ekonomi yang lesu juga ikut memengaruhi daya beli masyarakat di Kabupaten Lebak,” katanya.
Ratusan kios dan los yang tutup menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Evaluasi tidak hanya menyangkut keberadaan tempat berjualan, tetapi juga faktor yang memengaruhi minat masyarakat untuk berbelanja di pasar.
Disperindag perlu memetakan penyebab tutupnya ratusan kios dan los tersebut, termasuk dari sisi kenyamanan, kebersihan, penataan pasar, akses, parkir, promosi, hingga strategi menghadapi perubahan pola belanja masyarakat.
Di sisi lain, pedagang dapat didorong memanfaatkan ekosistem digital untuk memperluas jangkauan pasar. Penjualan secara konvensional dan daring dapat berjalan berdampingan.
Tutupnya 658 kios dan los menjadi gambaran adanya perubahan dalam aktivitas perdagangan di Pasar Rangkasbitung. Jika kondisi tersebut berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga dapat memengaruhi perputaran ekonomi di salah satu pusat perdagangan utama Kabupaten Lebak. (Red/Dian)



