Kobarnews.id, PANDEGLANG – Tokyo Billiard Saketi Pandeglang resmi membuka cabang barunya di Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (1/8/2026). Tempat olahraga biliar yang berada di Jalan Raya Pandeglang–Labuan ini mengusung konsep syariah dengan tidak menyediakan minuman beralkohol serta melarang praktik perjudian, prostitusi, dan penyalahgunaan narkoba.
Peresmian Tokyo Billiard Saketi Pandeglang dihadiri Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Pembangunan H. Kurnia Satriawan, Ketua PPBNI Satria Banten H. M. Oyim Munandar Sugriwa, serta Ketua Umum DPP KNPI Dr. H. Ali Hanapiah.
Direktur Utama Tokyo Billiard, Mohamad Ramadhan, mengatakan pembukaan cabang di Saketi merupakan bagian dari pengembangan usaha setelah sebelumnya sukses beroperasi di Kota Serang. Menurutnya, kehadiran Tokyo Billiard Saketi Pandeglang diharapkan dapat menjadi pilihan tempat olahraga sekaligus hiburan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami memastikan di Tokyo Billiard tidak ada alkohol, tidak ada perjudian, tidak ada prostitusi, dan tidak ada peredaran narkoba,” kata Ramadhan.
Selain menyediakan arena biliar, Tokyo Billiard Saketi Pandeglang juga dilengkapi kafe yang menyajikan beragam makanan dan minuman tanpa alkohol sehingga dapat dinikmati oleh seluruh kalangan.
Ramadhan menambahkan, operasional cabang di Saketi telah menyerap sembilan tenaga kerja lokal. Menurut dia, kehadiran Tokyo Billiard Saketi Pandeglang diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Kami berharap Tokyo Billiard tidak hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Pembangunan, Kurnia Satriawan, mengapresiasi investasi yang dilakukan Tokyo Billiard di Kabupaten Pandeglang. Ia menilai keberadaan usaha tersebut berpotensi memunculkan aktivitas ekonomi baru di kawasan Saketi.
“Saya berharap ke depan akan tumbuh perekonomian lain di sekitar lokasi Tokyo Billiard ini,” kata Kurnia.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap komitmen pengelola yang menerapkan konsep usaha tanpa alkohol, perjudian, prostitusi, dan narkoba sehingga menghadirkan tempat olahraga yang sehat bagi masyarakat.
Ketua Umum DPP KNPI, Ali Hanapiah, berharap Tokyo Billiard Saketi Pandeglang dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat di cabang olahraga biliar.
“Semoga Tokyo Billiard bisa diterima masyarakat Pandeglang dan menjadi sarana olahraga yang positif bagi kalangan muda,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PPBNI Satria Banten, H. M. Oyim Munandar Sugriwa, mengaku awalnya mempertanyakan keputusan pendiri Tokyo Billiard yang merupakan lulusan pesantren membuka usaha biliar. Namun setelah mengetahui konsep yang diterapkan, ia menyatakan dukungan penuh.
“Saya awalnya bertanya-tanya mengapa lulusan pesantren membuka usaha biliar. Setelah mengetahui konsepnya yang bebas alkohol, judi, prostitusi, dan narkoba, saya mendukung penuh,” kata Oyim.
Sebagai cabang kedua setelah Kota Serang, Tokyo Billiard Saketi Pandeglang menargetkan ekspansi ke sejumlah daerah di Provinsi Banten hingga luar provinsi. Manajemen menegaskan konsep usaha tanpa alkohol, perjudian, prostitusi, dan narkoba akan tetap dipertahankan di setiap cabang yang dibuka. (Riyan)



