Kobarnews.id, LEBAK – Kondisi jembatan gantung di Kabupaten Lebak memprihatinkan. Dari total 266 jembatan gantung yang tersebar di wilayah tersebut, sebanyak 159 unit mengalami kerusakan dan berpotensi mengancam keselamatan warga.
Padahal, jembatan gantung menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, terutama di desa-desa yang dipisahkan aliran sungai. Infrastruktur itu menjadi akses utama bagi warga untuk bekerja, bersekolah, hingga memperoleh layanan publik.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak Hamdan Soleh mengatakan, hanya 46 jembatan yang masih dalam kondisi baik. Sementara 61 jembatan berkondisi sedang dan 159 lainnya rusak.
“Kerusakan tersebut umumnya disebabkan faktor usia. Rata-rata jembatan sudah berumur dan minim peremajaan,” kata Hamdan kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).
Menurut Hamdan, seluruh jembatan gantung itu berada di ruas jalan desa sehingga kewenangan rehabilitasi dan pemeliharaannya menjadi tanggung jawab pemerintah desa.
Meski begitu, DPUPR tetap berupaya turun tangan jika ditemukan kerusakan yang membahayakan masyarakat.
“Kewenangan rehabilitasi atau perbaikan jembatan gantung ada di desa. Namun apabila ada kondisi yang benar-benar darurat, kami tetap berupaya melakukan intervensi sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” ujarnya.
Untuk mempercepat perbaikan, DPUPR Lebak telah mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Banten, Kementerian Dalam Negeri, serta TNI dan Polri. Sekitar 40 jembatan gantung yang rusak diusulkan mendapat bantuan melalui Kemendagri dan Satgas TNI.
“Kami juga berharap Program Jembatan Merah Putih dapat membantu mempercepat pembangunan dan perbaikan jembatan gantung di Lebak,” ucap Hamdan.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Lebak Dade Yan Apriandi mengatakan Lebak menjadi daerah dengan jumlah jembatan gantung terbanyak di Banten. Kondisi tersebut dipengaruhi banyaknya aliran sungai yang membelah wilayah kabupaten itu.
Tercatat ada sekitar 186 sungai, termasuk 16 sungai besar, yang membentang dari wilayah hulu hingga hilir. Hampir setiap kecamatan memiliki jembatan gantung sebagai penghubung antardesa.
“Keberadaan jembatan gantung sangat vital karena menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan lainnya. Karena itu, kami berharap dukungan dari pemerintah, dunia usaha, BUMN, maupun masyarakat untuk bersama-sama membantu pembangunan dan perbaikan jembatan gantung di Lebak,” kata Dade. (Mat)




