Kobarnews.id, SERANG – Kota Serang Fair 2026 resmi berakhir pada Senin (10/8) malam. Festival yang digelar selama empat hari di Stadion Maulana Yusuf itu disebut turut menggerakkan perekonomian dan meningkatkan transaksi pelaku UMKM.
Penutupan berlangsung meriah. Ribuan warga memadati lokasi acara untuk menikmati hiburan sekaligus berbagai produk unggulan UMKM Kota Serang.
Kota Serang Fair 2026 tak hanya menghadirkan hiburan. Ratusan pelaku UMKM mendapat ruang untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
Puncak penutupan dihadiri jajaran Pemerintah Kota Serang Provinsi Banten bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Selama pelaksanaan, pengunjung disuguhi berbagai kegiatan, mulai pameran UMKM, pagelaran seni budaya, hingga hiburan rakyat. Sejumlah musisi nasional dan lokal turut tampil memeriahkan acara.
Ketua panitia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Kota Serang Fair 2026.
“Terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat dan mitra sponsor yang telah menjadikan acara ini sukses besar. Perputaran ekonomi selama empat hari berlangsung sangat positif dan bahkan melampaui target yang telah ditetapkan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan,” ujarnya.
Pemkot Serang juga menyebut transaksi selama Serang Fair 2026 meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag), terjadi peningkatan transaksi selama festival. Keterlibatan ratusan UMKM dinilai menjadi salah satu indikator menggeliatnya aktivitas usaha lokal.
Pemkot Serang memastikan pembinaan dan promosi UMKM akan terus dilakukan. Pemerintah berharap pelaku usaha tidak hanya mendapatkan peningkatan penjualan saat festival, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Wali Kota Serang, H. Budi Rustandi mengatakan Serang Fair 2026 bukan sekadar perayaan hari jadi Kota Serang.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengembangkan ekonomi kreatif sekaligus memperluas pasar produk lokal.
“Roda perekonomian yang berputar selama empat hari ini membuktikan bahwa produk UMKM lokal memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional,” katanya.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, Serang Fair juga menjadi ruang promosi budaya Kota Serang. Berbagai pertunjukan seni tradisional dan modern ditampilkan selama kegiatan berlangsung.
Pemkot Serang berharap aktivitas ekonomi yang tercipta selama festival dapat terus berlanjut setelah acara berakhir. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas pasar produk lokal.
Dengan berakhirnya Kota Serang Fair 2026, Pemkot Serang berharap produk UMKM Kota Serang semakin dikenal dan mampu menembus pasar nasional hingga global. (Red/Oyo)




