kobarnews.id
Kamis, 17 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahNasionalNewsTeknoViral

Gubernur Banten Klaim Pertanian Modern Bisa Dongkrak Panen hingga 12,88 Ton/Ha

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
1 September 2026
Bagikan
4 menit baca
Gubernur Andra Soni bersama Walikota Serang Budi Rustandi saat menghadiri panen menggunakan teknologi PM-AAS di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Bagikan

Kobsrnews.id, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni mendorong penerapan pertanian modern di seluruh sentra pertanian di wilayahnya. Salah satu metode yang didorong adalah Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS).

Andra menyebut penerapan metode tersebut dapat meningkatkan produktivitas padi hingga 12,88 ton per hektare. Angka itu lebih dari dua kali lipat dibanding hasil normal yang berada di kisaran 6 ton per hektare.

Hal tersebut disampaikan Andra saat menghadiri panen menggunakan teknologi PM-AAS di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (1/9/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Kepala Balai Besar Perakitan Modernisasi Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Harris Syahbuddin.

Andra mengatakan sejumlah kelompok tani di Kota Serang telah berhasil menerapkan pola tanam dan panen menggunakan teknologi PM-AAS. Menurutnya, metode tersebut berdampak pada peningkatan hasil panen sekaligus pendapatan petani.

- Advertisement -
Ad image

“Dengan menggunakan metode ini, para petani bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp49 juta per musim tanam dari setiap hektarenya. Artinya jika petani kita mempunyai lahan satu hektare saja, dengan pendapatan sebesar itu cukup sejahtera,” kata Andra.

Baca Juga:

Polri Dampingi Keluarga Jurnalis Hilang, SAR Hari Kesembilan Masih Nihil
Hari Kesembilan, Pencarian KM Arupadatu I Masih Nihil
5-6 Sungai di Kota Serang Dinormalisasi Jelang Musim Hujan
APBD Perubahan Kabupaten Serang 2026 Disepakati, Belanja Jadi Rp 3,468 Triliun

Meski demikian, Andra meminta agar peningkatan pendapatan tersebut benar-benar dirasakan para petani. Dia tidak ingin data peningkatan kesejahteraan hanya terlihat di atas kertas.

“Bapak-bapak bener enggak angka-angka kenaikan itu?” tanya Andra kepada perwakilan kelompok tani yang hadir.

Para petani dari tujuh kelompok tani yang hadir serentak menjawab bahwa angka tersebut benar.

Baca Juga:

Peningkatan Kapasitas SDM Satlinmas Pandeglang Diapresiasi
Memotivasi 4.966 Mahasiswa Baru Uniba, Andra Soni Dorong Generasi Muda Punya Growth Mindset
Jurnalis Independen Wajib Kritis, Netral dan Bela Kepentingan Publik
Pertamina EP Suntik Dana, Bidan Klinik Saung Sehat Baduy Dipastikan Tetap Melayani Setahun

Andra kemudian mengatakan akan mengecek langsung kondisi para petani bersama Wali Kota Serang dan Kapolres Serang Kota.

- Advertisement -
Ad image

“Nanti saya bersama Wali Kota dan Kapolres Serang Kota akan mengecek langsung ke petaninya,” ujarnya.

Menurut Andra, penerapan PM-AAS dapat memperkuat ketahanan pangan Banten sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Namun, dia menilai para petani tetap membutuhkan pendampingan, khususnya dalam mengoperasikan peralatan pertanian modern seperti drone.

“Saya minta para pendamping terus mengajarkan pengoperasian sejumlah peralatan itu kepada para petani kita sampai mahir dan bersertifikat. Sehingga ke depan bantuan peralatan baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten atau kota akan semakin banyak dan bisa difungsikan dengan baik oleh para petani kita,” jelasnya.

- Advertisement -
Ad image

Andra juga berkomitmen mempertahankan luas Lahan Baku Sawah (LBS) yang telah ditetapkan di sejumlah wilayah Banten. Pemprov Banten, kata dia, akan terus mengoptimalkan jaringan irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian.

“Saya optimis dengan penerapan teknologi ini, Provinsi Banten akan semakin kuat sebagai daerah penyangga pangan nasional, bahkan berkontribusi menuju cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045,” ujarnya.

Baca Juga:

Tamu Spanyol-India Terpukau Sekolah Hijau Al Qudwah, Ada Program Sampah Berlian
Bupati Lebak ‘Warning’ Satgas MBG: Jangan Sampai Makanan Bergizi Ancam Kesehatan
Disperindag Banten Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
Polda Banten Tegaskan Komitmen Lindungi Perempuan dan Anak

100 Hektare Lahan Gunakan PM-AAS

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Banten Andry Polos mengatakan penerapan PM-AAS telah dilakukan pada lahan seluas 100 hektare. Lahan tersebut tersebar di tiga titik di Kecamatan Kasemen, yakni Kelurahan Margaluyu, Kilasah, dan Kasunyatan.

Para petani menggunakan bibit padi jenis Inpari 32. Program tersebut melibatkan tujuh kelompok tani dengan luasan masing-masing 12-25 hektare.

Ketujuh kelompok tani itu yakni Tani Bakti seluas 25 hektare, Sinar Pajar 13 hektare, Sri Asih 12 hektare, Sri Mekar 13 hektare, Sri Ambon 13 hektare, Sri Bunga Ambon Jaya 12 hektare, dan Masyarakat Guyub 12 hektare.

“Alhamdulillah, hasil tanam dari tiga titik itu cukup menggembirakan,” kata Andry.

Sementara itu, Statistisi Ahli Madya BPS Kota Serang Suhandi menjelaskan hasil produktivitas tersebut dihitung berdasarkan Survei Ubinan Tanaman Pangan. Petugas BPS mengukur petak sampel berukuran 2,5 x 2,5 meter di lahan sawah.

Dari sejumlah sampel, berat padi yang dihasilkan mencapai 8,05 kilogram. Hasil tersebut kemudian dikonversi menjadi produktivitas per hektare.

“Angka itu jika dikonversi ke dalam produktivitas sawah, dalam satu hektare dengan menggunakan metode PM-AAS bisa menghasilkan 12,88 ton,” katanya. (Red/Danu)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Kabid Humas Polda Banten Ucapkan Selamat atas Kehadiran Kobarnews.id
Selanjutnya Perkuat Keamanan Berbasis Kolaborasi Warga, Kelurahan Rangkasbitung Barat Gelar Ronda Malam
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

KH Sulaiman Effendi: Pesantren Jangan Hanya Jadi Konsumen, tapi Penggerak Ekonomi

Perlu Uluran Tangan! Dua Tahun Berjuang Lawan Gangguan Pernapasan, Atqiyya Butuh BiPAP Rp125 Juta

ASDP di Tengah Debu Vulkanik : Ketika Keselamatan Bukan Sekadar Slogan

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan

Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Hukum

Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda

Daerah Hukum

Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Budaya Daerah

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter

Daerah

Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Daerah Hukum

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com