kobarnews.id
Kamis, 17 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Daerah

Kualitas Udara Lebak Masih Sedang, ISPU 84 di Tengah Erupsi Anak Krakatau

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
8 September 2026
Bagikan
3 menit baca
DLH Lebak melakukan pemantauan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Kualitas udara di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, masih berada dalam kategori sedang di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak menunjukkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 84.

Pemantauan dilakukan pada 6-7 September 2026. Parameter PM2.5 atau partikulat debu halus juga tercatat pada angka 84.

Kepala DLH Kabupaten Lebak Irvan Suyatupika mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas udara sekaligus mengantisipasi kemungkinan dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Untuk kondisi saat ini masih kategori sedang. Masyarakat masih dapat beraktivitas seperti biasa, tetapi tetap perlu memperhatikan kondisi udara, terutama kelompok sensitif,” kata Irvan kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

- Advertisement -
Ad image

Pemantauan dilakukan dengan mengambil sampel udara ambien selama 24 jam di lokasi yang telah ditentukan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran konsentrasi partikulat di udara secara lebih representatif.

Baca Juga:

Polri Dampingi Keluarga Jurnalis Hilang, SAR Hari Kesembilan Masih Nihil
Hari Kesembilan, Pencarian KM Arupadatu I Masih Nihil
5-6 Sungai di Kota Serang Dinormalisasi Jelang Musim Hujan
APBD Perubahan Kabupaten Serang 2026 Disepakati, Belanja Jadi Rp 3,468 Triliun

Irvan mengatakan data hasil pemantauan akan menjadi bahan evaluasi DLH dan Pemkab Lebak untuk menentukan langkah mitigasi jika terjadi perubahan atau peningkatan konsentrasi partikulat.

“Data ilmiah dari pemantauan ini menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan dan mitigasi yang diperlukan, khususnya dalam mengurangi potensi paparan partikulat maupun abu vulkanik kepada masyarakat,” ujarnya.

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat

Kewaspadaan terhadap kualitas udara meningkat setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan. Badan Geologi mencatat episode erupsi menerus berlangsung sekitar 25 jam, mulai 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

Baca Juga:

Peningkatan Kapasitas SDM Satlinmas Pandeglang Diapresiasi
Memotivasi 4.966 Mahasiswa Baru Uniba, Andra Soni Dorong Generasi Muda Punya Growth Mindset
Jurnalis Independen Wajib Kritis, Netral dan Bela Kepentingan Publik
Pertamina EP Suntik Dana, Bidan Klinik Saung Sehat Baduy Dipastikan Tetap Melayani Setahun

Setelah periode tersebut, erupsi strombolian masih terjadi. Aktivitas gunung api juga terus dipantau dan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

- Advertisement -
Ad image

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga meningkatkan pemantauan terhadap dampak erupsi. Berdasarkan analisis citra satelit pada 6 September, sebaran abu vulkanik terpantau melingkupi sejumlah wilayah, termasuk Banten.

Warga Diminta Waspada

Meski kualitas udara di Rangkasbitung masih kategori sedang, DLH Lebak mengimbau masyarakat tetap waspada. Kelompok sensitif, seperti anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan, diminta lebih memperhatikan kondisi udara.

Masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama jika kondisi udara memburuk atau abu vulkanik mulai teramati.

- Advertisement -
Ad image

Aktivitas di luar ruangan masih dapat dilakukan dengan memperhatikan kondisi tubuh dan perkembangan kualitas udara.

Jika abu vulkanik menempel di kendaraan, halaman, atau rumah, warga diminta membersihkannya dengan cara yang aman. Abu tidak disarankan dibersihkan dalam kondisi kering agar partikulat tidak kembali beterbangan dan terhirup.

Baca Juga:

Tamu Spanyol-India Terpukau Sekolah Hijau Al Qudwah, Ada Program Sampah Berlian
Bupati Lebak ‘Warning’ Satgas MBG: Jangan Sampai Makanan Bergizi Ancam Kesehatan
Disperindag Banten Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
Polda Banten Tegaskan Komitmen Lindungi Perempuan dan Anak

“Yang penting masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti informasi resmi,” kata Irvan.

DLH Lebak mengimbau masyarakat memantau informasi resmi dari DLH, Dinas Kesehatan, BPBD Kabupaten Lebak, dan BMKG, terutama jika terjadi perubahan kualitas udara atau peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Dengan nilai ISPU 84, kualitas udara Rangkasbitung belum masuk kategori tidak sehat. Namun, pemantauan tetap diperlukan mengingat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan potensi sebaran abu vulkanik masih menjadi perhatian. (Red/Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya PAY-BSMI Lebak Sambangi Baduy, Hipertensi Jadi Keluhan Utama
Selanjutnya Jaga Kebugaran di Tengah Kesibukan, Pimpinan Kobarnews.id Pilih Terapi Bekam
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

KH Sulaiman Effendi: Pesantren Jangan Hanya Jadi Konsumen, tapi Penggerak Ekonomi

Perlu Uluran Tangan! Dua Tahun Berjuang Lawan Gangguan Pernapasan, Atqiyya Butuh BiPAP Rp125 Juta

ASDP di Tengah Debu Vulkanik : Ketika Keselamatan Bukan Sekadar Slogan

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan

Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Hukum

Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda

Daerah Hukum

Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Budaya Daerah

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter

Daerah

Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Daerah Hukum

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com