Kobarnews.id, PANDEGLANG – Basri (Abah Basri), seorang lansia di Kampung Cugung, Desa Padahayu, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, tinggal seorang diri di rumah panggung yang kondisinya nyaris ambruk. Atap rumahnya bahkan ditambal menggunakan plastik, karung hingga spanduk bekas Pemilu.
Basri sudah puluhan tahun tinggal di rumah peninggalan orang tuanya tersebut. Namun, rumah yang ditempatinya kini dalam kondisi memprihatinkan.
Atap rumbia sudah banyak yang bocor. Dinding yang terbuat dari anyaman bambu juga mulai rapuh dan berlubang.
Sejumlah bagian dalam rumah bahkan sudah tidak dapat digunakan. Lantai bambu di kamar tidur dan ruang yang biasa digunakan untuk salat telah ambruk.
Kini, Basri hanya bisa menggunakan bagian ruang tamu sebagai tempat tidur sekaligus berlindung.
Saat hujan turun, air masuk melalui atap yang bocor. Basri kemudian menutup bagian rumah yang rusak dengan material seadanya untuk mengurangi air dan angin yang masuk.
Material yang digunakan antara lain plastik, karung hingga spanduk bekas pencalonan dalam Pemilu yang bergambar tokoh dan sejumlah partai politik.
Di tengah kondisi tersebut, Basri masih berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia mencari kayu bakar dan memungut buah melinjo yang jatuh dari kebun milik orang lain.
Basri juga membantu mengurus sejumlah ayam milik tetangganya. Namun, saat ini kondisi Basri disebut sedang sakit.
Untuk memperbaiki rumah, Basri tidak memiliki biaya. Bahkan, kebutuhan makan sehari-hari terkadang juga tidak terpenuhi.
BPD Desa Padahayu, Enjat, mengatakan Basri memang tinggal seorang diri. Menurutnya, kondisi rumah tersebut sudah mengkhawatirkan sejak tahun lalu.
“Abah Basri itu tinggal sendirian. Kesehariannya paling mencari ke kebun, meninjau melinjo. Rumahnya mau ambruk sudah dari tahun kemarin. Dia memang punya anak, tapi jauh,” kata Enjat.
Enjat berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki rumah Basri agar lebih layak dan aman untuk ditempati.
“Harapannya dari pemerintah, mudah-mudahan tercapai dan tercepat, supaya ada perubahan dari segi tempat tinggal,” ujarnya
Basri sendiri memiliki harapan sederhana. Dia berharap ada pihak yang membantu memperbaiki rumah peninggalan orang tuanya.
Dia tidak mengharapkan rumah mewah. Basri hanya ingin memiliki tempat tinggal yang layak untuk berteduh sehingga tidak kehujanan ketika hujan dan tidak kedinginan saat angin datang. (Red/Fid)




