kobarnews.id
Jumat, 25 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Kabupaten Pandeglang
  • Kabupaten Lebak
  • Rangkasbitung
  • Lebak
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
BarjasDaerahHukumNewsPemerintahanViral

Cegah OTT Pejabat, Dimyati Minta BPKP Kawal Pemprov Banten

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
21 September 2026
Bagikan
4 menit baca
Wagub Dimyati Natakusumah yang didampingi Karo Umum Setda Provinsi Banten Dr. Ali Hanafiah, SE, MM usai acara pengukuhan Kepala BPKP Banten.
Bagikan

Kobarnews.id, SERANG – Wakil Gubernur (Wagub)  Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperkuat pengawasan terhadap jalannya pemerintahan di Provinsi Banten. Pengawasan diminta dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program.

Dimyati mengatakan langkah tersebut penting untuk mencegah pejabat Pemprov Banten tersandung persoalan hukum, termasuk operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu disampaikan Dimyati seusai pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Banten yang baru, Buyung Wiromo Samudro, di Pendopo Gubernur Banten, Senin (21/9/2026).

“Untuk Banten sendiri saya minta tadi pengendalian, pendampingan, supaya jangan sampai ada pejabat di Provinsi Banten terkena OTT. Nah, ini yang harus memang dilakukan oleh BPKP dari sisi pengawasan,” kata Dimyati.

- Advertisement -
Ad image

Dia meminta pengawasan tidak hanya dilakukan ketika persoalan sudah muncul. Menurutnya, BPKP perlu mengawal seluruh tahapan pemerintahan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pengawasan.

Baca Juga:

K3S hingga Dindikbud Kota Serang Bantah Isu Pungutan ‘Partisipan Dinas’
DKP Banten dan BPJS Siapkan Santunan Rp70 Juta untuk ABK Arupadhatu I
Lima Tahun di Huntara Cigobang, Warga Masih Beratap Terpal dan Jalan Belum Diaspal
RTLH Lebak Belum Tuntas, CSR Masih Minim Data

“Empat itu tugasnya BPKP supaya melakukan pengendalian yang ada di Banten,” ujarnya.

Dimyati mengatakan pengawasan juga diperlukan untuk memastikan program pemerintah menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. Dia meminta sistem pengendalian diperkuat agar tidak terjadi pekerjaan yang buruk atau bermasalah.

“Pengendalian sistem, buat sistem yang bagus. Jangan sampai ada kualitas pekerjaan yang jelek, hancur, roboh, rusak, dan lain sebagainya,” tegasnya.

Baca Juga:

33 Siswa Lebak Lolos OMI Banten, Kemenag Targetkan Prestasi di Tingkat Provinsi
Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027
HUT Banten ke-26 Bakal Meriah, Festival Kebudayaan Digelar 3 Hari
Rapimprov Kadin Banten Lebak: UMKM Jangan Bergantung Bantuan, Modal dan Digitalisasi Jadi Kunci

Anggaran Harus Beri Manfaat ke Masyarakat

Dimyati juga meminta pengawasan terhadap penggunaan anggaran dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, setiap anggaran pemerintah harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

- Advertisement -
Ad image

“Dan juga lakukan pengawasan yang ketat, jangan hanya dilakukan secara parsial. Ya kalau itu terjadi, maka value for money terasa. Nilai uang itu terasa kepada masyarakat,” katanya.

Wagub Dimyati saat menghadiri acara pengukuhan Kepala BPKP Banten yang baru.

Dia menyebut BPKP selama ini telah memberikan masukan kepada pemerintah daerah terkait potensi pemborosan anggaran hingga tingkat kepuasan masyarakat.

“BPKP sudah memberikan gambaran bahwa pemborosan berapa, terus kepuasan publik berapa, sudah disampaikan selalu oleh BPKP kepada kita, pada rapat-rapat tertentu termasuk dengan Bank Indonesia,” ungkapnya.

- Advertisement -
Ad image

BPKP Perkuat ‘Imunitas’ Pemda

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Banten Buyung Wiromo Samudro mengatakan penguatan pengawasan internal penting untuk membangun “imunitas” organisasi pemerintahan.

Kepala BPKP Banten Buyung Wiromo Samudro.

Menurut Buyung, salah satu instrumen untuk memperkuat daya tahan organisasi pemerintah adalah Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Baca Juga:

Hari Tani Nasional, Ketua Komisi II DPRD Banten Dorong Pemerintah Perkuat Pemberdayaan Petani
KRL Rangkasbitung Bakal Makin Rapat, Headway Ditargetkan 4-5 Menit
Wagub Dimyati Lepas Kontingen Pramuka Santri Banten, Minta Bangun Jejaring Nusantara
Pemprov Banten Pertajam Kinerja Birokrasi, Target Nilai SAKIP 2026 Capai 70,10

“Tadi juga sudah disampaikan oleh Pak Deputi kan agar diperkuat imunitas, dia pakai kata imunitas. Daya tahan tubuh ya, dalam organisasi pemerintah itu kita mengenal yang namanya SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah),” kata Buyung.

Buyung menegaskan penerapan SPIP harus dilakukan hingga tingkat kepala daerah. Pengendalian internal, kata dia, bukan hanya menjadi tanggung jawab jajaran di bawah kepala daerah.

Dia menjelaskan lingkungan pengendalian juga berkaitan dengan budaya yang dibangun oleh pimpinan pemerintahan. Karena itu, pemimpin harus memberikan teladan dalam penerapan tata kelola pemerintahan.

Selain memperkuat SPIP, BPKP akan mengevaluasi berbagai aturan dan kebijakan yang digunakan pemerintah daerah.

Aturan yang belum lengkap akan dilengkapi. Sementara aturan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman akan disesuaikan.

“Kalau ada aturannya tidak sesuai perkembangan zaman, itu tentu direvisi ya, disesuaikan. Seperti itu. Jadi kegiatan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Danu/Ris)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Wagub Banten Minta BPKP Perkuat Pengawasan Anggaran Jelang APBD 2027
Selanjutnya Biro Umum Setda Banten Hadirkan IKSPP, Sistem untuk Ukur Kesiapan Sarpras Pelayanan Pimpinan
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

Polda Banten Terima Kunjungan Komisi III DPR, Kapolda Paparkan Penguatan Penegakan Hukum

Kebakaran Lahan 1 Hektare di Bayah Lebak Dipadamkan, Babinsa Turun Tangan

Naker Fest 2026 Dibuka, Bupati Serang Sebut Pengangguran Masih 8,73 Persen

25 Angkot Diduga Digelapkan Pemilik Bengkel di Serang, Dipotong Jadi Rongsokan

Refleksi 500 Tahun Kabupaten Serang Ricuh, PMII Soroti ODOL hingga Pengangguran

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Kesehatan

Kampus Aman Bukan yang Sepi Laporan Kekerasan

Daerah Hukum

Pemkot Serang Kaji Aturan Kerja Sama PSEL dengan Danantara, Pastikan Tak Bebani Daerah

Daerah Ekbis

Pemkab Tangerang Perkuat Industri Padat Karya, 3.141 Industri Tersebar di 11 Kawasan

Daerah Ekbis

Banten Raih 3 Penghargaan di FEKDI 2026, Andra Soni Dorong Pemerataan Ekonomi Digital

Daerah

CT Scan RSUD Adjidarmo Lebak Segera Uji Coba, Cek Kesiapan Alat

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Ekbis
  • Politik
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com