kobarnews.id
Kamis, 17 September 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Pandeglang
  • Banten
  • Rangkasbitung
  • Kabupaten Lebak
  • Kabupaten Pandeglang
  • Pemkab Lebak
  • Video viral
  • Gempa NTT
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahEkbis

Lebak Tanam Padi Serempak 38 Hektare, Dukung Target Swasembada Pangan

Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Editor
Follow:
- Editor
2 Agustus 2026
Bagikan
3 menit baca
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar gerakan tanam padi serempak di lahan seluas 38 hektare yang tersebar di Kecamatan Wanasalam dan Malimping. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung target swasembada pangan nasional.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan gerakan tanam serempak dilaksanakan di lahan Brigade Pangan Bunga Padi Milenial di Kecamatan Wanasalam serta areal persawahan Desa Rahong, Kecamatan Malimping.

“Kita melakukan gerakan tanam serempak seluas 38 hektare di Kecamatan Malimping dan Wanasalam,” kata Rahmat seperti yang dikutip dari Antara.

Di Wanasalam, penanaman dilakukan di Kampung Neglasari, Desa Cipeucang, dengan luas lahan 18 hektare. Sementara di Malimping, kegiatan berlangsung di Desa Rahong dengan luas 20 hektare.

- Advertisement -
Ad image

Rahmat menjelaskan, gerakan tanam serempak merupakan bagian dari kegiatan nasional yang digelar di 25 provinsi. Program tersebut bertujuan meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan realisasi luas tambah tanam (LTT) guna memperkuat ketahanan pangan.

Baca Juga:

Polri Dampingi Keluarga Jurnalis Hilang, SAR Hari Kesembilan Masih Nihil
Hari Kesembilan, Pencarian KM Arupadatu I Masih Nihil
5-6 Sungai di Kota Serang Dinormalisasi Jelang Musim Hujan
APBD Perubahan Kabupaten Serang 2026 Disepakati, Belanja Jadi Rp 3,468 Triliun

Pemkab Lebak menargetkan luas tambah tanam pada 2026 mencapai 157 ribu hektare. Menurut Rahmat, program ini menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mempertahankan surplus produksi beras di daerah.

Hingga Juni 2026, Kabupaten Lebak mencatat surplus beras sebesar 172.460 ton. Jumlah itu diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat hingga 13 bulan ke depan.

Dalam pelaksanaannya, gerakan tanam serempak menerapkan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang dikembangkan Kementerian Pertanian. Sistem pertanian presisi tersebut menerapkan pola tanam rapat dengan populasi tanaman lebih tinggi dibanding metode konvensional.

Baca Juga:

Peningkatan Kapasitas SDM Satlinmas Pandeglang Diapresiasi
Memotivasi 4.966 Mahasiswa Baru Uniba, Andra Soni Dorong Generasi Muda Punya Growth Mindset
Jurnalis Independen Wajib Kritis, Netral dan Bela Kepentingan Publik
Pertamina EP Suntik Dana, Bidan Klinik Saung Sehat Baduy Dipastikan Tetap Melayani Setahun

Jika metode konvensional hanya mampu menanam sekitar 300 ribu hingga 360 ribu rumpun per hektare, PM-AAS dapat meningkatkan populasi menjadi 800 ribu hingga 1 juta rumpun per hektare. Dengan sistem tanam benih langsung (tabela) berjarak sekitar 3 sentimeter, produktivitas panen disebut dapat meningkat signifikan.

- Advertisement -
Ad image

Rahmat mengatakan produktivitas gabah kering panen (GKP) menggunakan metode konvensional rata-rata berkisar 5-6 ton per hektare. Sementara melalui PM-AAS hasil panen dapat mencapai 10-12,4 ton per hektare.

Tenaga penyuluh pertanian Mumin mengatakan metode tersebut memang membutuhkan benih lebih banyak, sekitar 70 kilogram per hektare. Namun, penggunaan pupuk dan air menjadi lebih efisien karena berbasis sistem pertanian presisi.

Gerakan tanam serempak ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Lebak meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Dengan luas sawah baku mencapai 52.033 hektare, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan indeks pertanaman hingga tiga kali tanam dalam setahun atau IP 300.

- Advertisement -
Ad image

Pemkab berharap kolaborasi antara pemerintah, petani milenial, dan penerapan teknologi pertanian modern dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Lebak. (Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya Belajar di Gedung Nyaris Ambruk, Puluhan Bocah PAUD di Lebak Tunggu Bantuan Pemerintah
Selanjutnya SMPN 1 Pandeglang Borong 8 Medali di SABP Cup V 2026, Kepala Sekolah Bangga Prestasi Siswa
- Advertisement -
Ad image
TERKINI

KH Sulaiman Effendi: Pesantren Jangan Hanya Jadi Konsumen, tapi Penggerak Ekonomi

Perlu Uluran Tangan! Dua Tahun Berjuang Lawan Gangguan Pernapasan, Atqiyya Butuh BiPAP Rp125 Juta

ASDP di Tengah Debu Vulkanik : Ketika Keselamatan Bukan Sekadar Slogan

KPK Bongkar Dugaan Korupsi di ATR/BPN, Uang Rp106,3 Miliar Diamankan

Pengajian Triwulan IPARI Lebak Perkuat Kompetensi dan Soliditas Penyuluh Agama

- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Berita Terkait
Daerah Hukum

Kabut Tebal Hambat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda

Daerah Hukum

Basarnas Pastikan Video Drone Speedboat Arupadhatu I di GAK Sudah Dicek, Hasilnya Nihil

Budaya Daerah

Amir Hamzah Lantik Pengurus Pramuka Kalanganyar, Dorong Cetak Generasi Berkarakter

Daerah

Rembug Pendidikan Lebak Digelar, Amir Hamzah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Daerah Hukum

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran, Kebun Bambu 3 Hektare di Lebak Terbakar

  • Trending Topics:
  • Daerah
  • Viral
  • News
  • Pemerintahan
  • Inspirasi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Budaya
  • Politik
  • Ekbis
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com