Kobarnews.id, LEBAK – Waduk Karian merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang berada di Kabupaten Lebak, Banten. Waduk ini disebut sebagai waduk pertama di Provinsi Banten dan menjadi salah satu waduk terbesar di Indonesia.
Waduk Karian diresmikan Presiden Joko Widodo pada 8 Januari 2024. Pembangunan waduk tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,2 triliun yang bersumber dari APBN.
Nama Waduk Karian diambil dari lokasi pembangunannya yang berada di Kampung Karian, Desa Calungbungur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.
Waduk ini memiliki luas genangan sekitar 1.740 hektare. Dengan luas tersebut, Waduk Karian disebut sebagai waduk terbesar ketiga di Indonesia, setelah Waduk Jatiluhur dan Waduk Jatigede di Jawa Barat.
Punya Sejumlah Fungsi
Waduk Karian dibangun dengan sejumlah fungsi strategis, salah satunya sebagai penyedia air baku. Air dari waduk ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri di sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Selain itu, Waduk Karian berfungsi sebagai pengendali banjir. Keberadaan waduk diharapkan dapat mereduksi debit air hujan yang berlebih sehingga risiko banjir di wilayah hilir dapat ditekan, termasuk di wilayah Kabupaten Serang dan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Fungsi lainnya adalah mendukung sektor pertanian melalui penyediaan air irigasi. Air waduk dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan persawahan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga, terutama saat musim kemarau.
Waduk Karian juga memiliki fungsi sebagai pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di kawasan tersebut memiliki kapasitas sekitar 1,8 megawatt (MW).
Pengisian Waduk
Proses awal pengisian Waduk Karian dilakukan dengan membendung atau mengalihkan aliran Sungai Ciberang. Air kemudian ditampung di area waduk sesuai dengan sistem pengelolaan yang telah direncanakan.
Keberadaan Waduk Karian juga mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Salah satunya disampaikan tokoh masyarakat Desa Calungbungur, H. Mardi, yang lebih dikenal warga dengan nama H. Cepi.
“Alhamdulillah desa kita mempunyai Waduk Karian yang tentunya amat sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata H. Cepi kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Dia berharap kawasan Waduk Karian ke depan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata sehingga semakin banyak wisatawan yang berkunjung.
“Harapan saya mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Lebak merespons keinginan ini. Selain Waduk Karian, ada wisata lain di sekitar waduk agar kawasan ini semakin ramai dan bisa memberdayakan masyarakat supaya mendapatkan penghasilan,” pungkasnya. (Red/hikmat)




