KOBARNEWS.ID, LEBAK — Penantian warga Desa Sukaraja dan Kersaratu, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, akhirnya terbayar. Jalan desa yang selama puluhan tahun rusak kini diperbaiki melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra.
Dampaknya langsung dirasakan warga. Akses menuju pasar yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 30 menit kini bisa ditempuh kurang dari lima menit.
Jalan tersebut menjadi bagian dari 62 ruas jalan yang dibangun Pemerintah Provinsi Banten melalui program Bang Andra Tahun Anggaran 2025. Peresmian 62 ruas jalan itu dilakukan Gubernur Banten Andra Soni di Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Rabu (30/9/2026).
Perbaikan infrastruktur ini bukan sekadar soal jalan mulus. Bagi warga desa, akses jalan berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga pelayanan publik.
Kerusakan jalan selama bertahun-tahun membuat mobilitas warga terhambat. Kini, waktu tempuh yang terpangkas diharapkan ikut menekan biaya transportasi dan memperlancar aktivitas masyarakat.
Andra Soni mengatakan pembangunan jalan desa menjadi salah satu instrumen pemerataan pembangunan di Banten.
“Pembangunan jalan desa adalah kunci pemerataan pembangunan dan pengikisan disparitas antarwilayah. Jalan yang baik akan menggerakkan ekonomi warga, mempermudah akses kesehatan serta pendidikan,” ujar Andra Soni.
Pada tahun pertama pelaksanaannya, program Bang Andra mencatat pembangunan sepanjang 71,05 kilometer yang tersebar di 62 ruas jalan di sejumlah wilayah Banten.
Kabupaten Lebak mendapat porsi pembangunan terpanjang, yakni 29,63 kilometer. Disusul Kabupaten Pandeglang 26,71 kilometer, Kabupaten Serang 9,09 kilometer, Kota Serang 4,61 kilometer, dan Kabupaten Tangerang 2,01 kilometer.
Jika dihitung berdasarkan penerima manfaat, pembangunan tersebut menyentuh sekitar 351.099 jiwa di 101 desa.
Tak hanya menghubungkan permukiman, infrastruktur tersebut juga membuka akses terhadap 192 sekolah, 67 fasilitas kesehatan, serta lebih dari 38.000 hektare lahan pertanian dan perkebunan.
Angka tersebut menunjukkan jalan desa bukan sekadar proyek fisik. Infrastruktur jalan menjadi salah satu penentu seberapa cepat hasil pertanian bisa dibawa ke pasar, seberapa mudah warga mendapatkan layanan kesehatan, dan seberapa dekat anak-anak desa dengan fasilitas pendidikan.
Namun, pekerjaan rumah pemerintah belum berhenti setelah jalan selesai dibangun.
Jalan yang baru diperbaiki harus dijaga kualitasnya agar tidak kembali rusak dalam waktu singkat. Pemeliharaan, pengawasan kualitas pekerjaan, serta penentuan ruas yang benar-benar menjadi kebutuhan mendesak masyarakat akan menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program.
Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan mengatakan program Bang Andra akan kembali dilanjutkan pada 2026.
Pemprov Banten menargetkan pembangunan 33 ruas jalan desa sepanjang 46 kilometer dengan anggaran sekitar Rp164 miliar.
Artinya, tantangan berikutnya bukan hanya menambah panjang jalan yang dibangun. Pemerintah juga dituntut memastikan pembangunan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini masih menghadapi persoalan akses dasar.
Andra Soni meminta masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun.
“Jalan yang sudah dibangun harus dijaga dan dipelihara bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata dia.
Program Bang Andra pun kini menghadapi pekerjaan lanjutan: memastikan jalan yang sudah dibangun tidak kembali menjadi persoalan baru beberapa tahun ke depan.
Sebab, bagi warga desa, jalan bukan sekadar hamparan aspal dan angka kilometer dalam laporan pembangunan. Jalan adalah akses menuju pasar, sekolah, fasilitas kesehatan, dan sumber penghidupan mereka. (Dian)




