Kobarnews.id, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi rencana penyelenggaraan Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan. Apresiasi tersebut disampaikan melalui Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang diwakili Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Hendro Wicaksono.
Dukungan itu disampaikan Hendro saat menerima panitia Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan di Kantor Kemenpora RI, Kamis (6/8/2026).
“Ini rencana besar dan luar biasa. Kami sangat menghargai gagasan Jambore ini. Namun, perlu dimatangkan lebih lanjut supaya tidak ada hambatan,” kata Hendro saat menerima perwakilan panitia tersebut.
Ia mengatakan hasil pertemuan tersebut akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebagai bahan pertimbangan untuk langkah selanjutnya.
Sementara itu, salah satu panitia Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan, Haris Yadi, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan Presiden Prabowo terhadap kegiatan yang digagas kalangan pemuda tersebut.
“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan,” ujar Haris.

Menurut Haris, jambore tersebut akan menjadi wadah konsolidasi, edukasi, dan kolaborasi bagi pemuda, petani milenial, serta komunitas peduli pangan dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia menjelaskan kegiatan itu bertujuan mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menjadi penggerak terwujudnya kemandirian, kedaulatan, dan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan, antara lain:
- menyatukan potensi, kekuatan, dan semangat pemuda dari berbagai wilayah Indonesia agar berperan aktif sebagai motor penggerak sektor pangan;
- meningkatkan kapasitas pemuda melalui pembekalan pengetahuan teknis dan manajerial mengenai budidaya pertanian modern, pengolahan hasil pertanian, serta analisis usaha tani;
- membangun jejaring kolaborasi antara pemuda, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas untuk memperkuat ekosistem ketahanan pangan nasional. (Red)



