Kobarnews.id, SERANG – Peran pemuda, santri, dan ulama dinilai semakin penting dalam menjaga persatuan serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal itu disampaikan Ketua Panitia Jambore Nasional Pemuda, Santri, dan Ulama Ketahanan Pangan Wanasalam Banten 2026, Drs. Cecep Pria Erawan, M.Pd.
Cecep mengatakan sinergi antara pemuda, santri, ulama, dan pemerintah diperlukan untuk mendukung berbagai program strategis, khususnya di bidang ketahanan pangan dan swasembada pangan.
“Peran pemuda, santri, dan ulama harus sinergi dengan program pemerintah, terutama tentang ketahanan pangan agar tercapainya swasembada pangan,” kata Cecep.
Menurutnya, semangat perjuangan generasi muda pada masa lalu perlu menjadi teladan bagi generasi saat ini. Pemuda tidak hanya dituntut menjaga persatuan, tetapi juga menghasilkan karya dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Meneladani semangat historis pemuda, santri, dan ulama dalam membangun serta memajukan bangsa ini adalah hal yang mutlak dilakukan. Api juang pemuda adalah pendobrak batas demi persatuan dan kebebasan bangsa. Tugas kita saat ini adalah berkarya nyata, menciptakan inovasi positif, menghindari perpecahan, dan merawat toleransi,” ujarnya.
Cecep juga tengah melakukan safari dan silaturahmi dengan sejumlah tokoh pemuda, santri, dan ulama di berbagai daerah, khususnya di Banten. Salah satunya dengan sesepuh nasional Abuya Muhtadi di Pandeglang.
Dia menilai dukungan pemerintah perlu berjalan beriringan dengan restu dan dukungan para sesepuh serta tokoh masyarakat agar pelaksanaan Jambore Nasional Pemuda, Santri, dan Ulama dapat berjalan sesuai harapan.
“Jambore Nasional Pemuda, Santri, dan Ulama selain mendapatkan dukungan dari pemimpin negeri ini, baik pusat maupun daerah, juga harus mendapatkan restu dari para sesepuh dan tokoh masyarakat agar senantiasa berjalan lancar sesuai harapan,” katanya.
Jambore Nasional Pemuda, Santri, dan Ulama direncanakan berlangsung di Kabupaten Lebak, Banten, pada 19-28 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengangkat isu strategis ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan pembekalan teori dan praktik kepada pemuda dan santri.
Fokus utama kegiatan adalah mendukung swasembada pangan dengan mendorong keterlibatan pemuda dan kalangan pesantren dalam sektor pertanian serta kemandirian pangan.
Sejumlah kegiatan lapangan juga akan dikemas secara aplikatif dan edukatif, terutama terkait pengelolaan dan penguatan ketahanan pangan.
Rencana jambore tersebut sebelumnya telah diaudiensikan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kegiatan itu juga disebut mendapat dukungan dari Gubernur Banten Andra Soni.
Panitia berharap jambore dapat mencetak kader-kader muda di bidang ketahanan pangan sekaligus membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemuda dan santri diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional. (Red/Oyo)




