Kobarnews.id, LEBAK – Kabar kurang sedap datang bagi warga Kabupaten Lebak yang berencana bekerja ke luar negeri. Hingga 2026, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak belum menyediakan pelatihan khusus bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Sekretaris Disnaker Kabupaten Lebak, Rully Chaeruliyanto, mengatakan, warga Lebak yang hendak bekerja ke luar negeri selama ini umumnya menjalani proses pemberangkatan melalui agen atau perusahaan penyalur dari luar daerah.
“Untuk tahun 2026 belum ada pelatihan bagi calon PMI. Kalau ada calon PMI, biasanya bekerja sama dengan agen penyalur dari luar Kabupaten Lebak. Dari Disnaker Lebak paling sebatas memberikan rekomendasi untuk pembuatan paspor calon PMI,” ujar Rully.
Padahal, pembekalan sebelum berangkat menjadi salah satu hal penting bagi calon PMI. Selain meningkatkan keterampilan dan kompetensi, pelatihan juga diperlukan agar calon PMI memahami dunia kerja, tuntutan pekerjaan, serta kondisi yang mungkin dihadapi di negara tujuan.
Pelatihan di daerah juga dinilai dapat memberikan pemahaman yang lebih baik terkait proses bekerja di luar negeri, termasuk kesiapan keterampilan dan profesionalisme calon PMI.
Uus, warga Kecamatan Sajira, berharap Disnaker Kabupaten Lebak tidak hanya berperan dalam urusan administrasi, tetapi juga menggandeng lembaga pelatihan maupun pihak penyelenggara untuk menghadirkan pelatihan calon PMI di wilayah Lebak.
Menurutnya, keberadaan pelatihan di daerah akan sangat membantu masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri. Warga tidak perlu mencari tempat pelatihan ke luar daerah sebelum mendapatkan pembekalan.
“Harapannya ke depan Disnaker Kabupaten Lebak bisa bekerja sama dengan pihak penyelenggara pelatihan, sehingga pelatihannya bisa dilaksanakan di Lebak. Dengan begitu, calon PMI dari Lebak bisa mendapatkan keterampilan dan pembekalan yang cukup sebelum bekerja ke luar negeri,” kata Uus.
Dia menilai, pelatihan di daerah juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap warga Lebak yang memilih menjadi PMI. Dengan pembekalan yang memadai, calon PMI diharapkan lebih siap dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan di negara tujuan.
Karena itu, sinergi antara Pemkab Lebak, lembaga pelatihan dan perusahaan penyalur PMI dinilai perlu diperkuat. Jangan sampai calon PMI asal Lebak hanya mendapatkan kemudahan administrasi, tetapi minim pembekalan keterampilan sebelum mengadu nasib di luar negeri.
Keberadaan pelatihan calon PMI di Lebak diharapkan dapat menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan kesiapan tenaga kerja asal Lebak yang akan bersaing di pasar kerja internasional.



