kobarnews.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Hukum
  • Budaya
  • Ekbis
  • Barjas
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
  • Viral
  • Opinion
  • Economic
  • Featured
  • Global Affairs
  • Climate Change
  • Research
  • Renewable Energy
  • Politics
kobarnews.idkobarnews.id
Font ResizerAa
  • News
  • Viral
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Barjas
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekbis
  • Infrastruktur
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kobar Mania
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial
  • Tekno
Search
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Viral
    • Hukum
    • Ekbis
    • Nasional
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Barjas
    • Inspirasi
    • Budaya
    • Kobar Mania
    • Lifestyle
    • Politik
    • Infrastruktur
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Pemerintahan
    • Tekno
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2026 Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
DaerahNasionalNews

Ferdi Saefullah: Krisis Air Bukan Lagi Soal Kemarau, Tapi Lemahnya Tata Kelola

Redaksi
Oleh:
Redaksi
Oleh:Redaksi
Follow:
1 Agustus 2026
Bagikan
3 menit baca
Ferdi Saefullah anggota Komisi II DPRD Lebak
Bagikan

Kobarnews.id, LEBAK –Anggota DPRD Kabupaten Lebak Komisi II Fraksi PKS, Ferdi Saefullah, menilai krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak pada musim kemarau 2026 bukan semata-mata dipicu faktor cuaca. Menurutnya, persoalan tersebut juga mencerminkan lemahnya tata kelola sumber daya air.

Ferdi mengatakan penanganan krisis air tidak bisa terus dilakukan dengan pola tanggap darurat setiap musim kemarau. Dibutuhkan langkah jangka panjang yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Lebak memiliki banyak sumber air, tetapi warga masih harus mengantre untuk mendapatkan air bersih. Ini menunjukkan persoalannya ada pada tata kelola,” ujar Ferdi kepada wartawan, Jumat (1/8/2026).

Ia menilai kekeringan yang terjadi di sejumlah kecamatan merupakan persoalan struktural yang membutuhkan koordinasi lintas sektor, mulai dari Pemerintah Kabupaten Lebak, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perumda Air Minum (PDAM), BPBD, hingga pemerintah desa.

- Advertisement -
Ad image

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Lebak, puluhan desa terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Wilayah yang mengalami kesulitan air bersih antara lain Kecamatan Maja, Rangkasbitung, Cimarga, Cibadak, Bayah, dan Cibeber.

Baca Juga:

Belajar Mengenali Cara Otak Bekerja Sebelum Mengambil Keputusan
Naik Vespa Bareng SBB, Gubernur Banten Ajak Komunitas Jaga Persatuan dan Promosikan Wisata Banten
Spanduk Tolak Kunjungan Jokowi Muncul di Lebak, PSI: Biarkan Saja, Biar Publik yang Menilai
Distan Lebak Siapkan 201 Pompa Air Antisipasi Kekeringan Saat Kemarau

Ferdi menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah paradoks. Menurutnya, infrastruktur sumber daya air telah tersedia, namun distribusi air bersih belum menjangkau seluruh masyarakat secara merata. Ia juga menyoroti alih fungsi lahan serta berkurangnya kawasan resapan air yang dinilai turut memperparah krisis.

Sebagai solusi, Ferdi mengusulkan pembentukan Forum Koordinasi Ketahanan Air Kabupaten Lebak yang melibatkan seluruh instansi terkait. Selain itu, ia mendorong pembangunan posko air di kecamatan rawan kekeringan, penyediaan sumur bor berdasarkan hasil survei hidrologi, pembangunan tandon air desa, serta pemanfaatan teknologi seperti penampungan air hujan dan pompa bertenaga surya.

“Mobil tangki hanya menjadi solusi sementara. Yang dibutuhkan masyarakat adalah sistem penyediaan air bersih yang berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga:

TPA Dengung Lebak Terbakar, Diduga Akibat Pembakaran Ilalang
Anggota DPRD Lebak Dorong Anggaran Rehabilitasi Ruang Kelas SD Ditambah
Ketika Kemarau Mengeringkan Sawah, Di Mana Manfaat Bendungan Karian?
Hadiri Promosi Doktor Ratna Dewi, Wagub Banten: Ilmuwan Harus Terus Berinovasi

Ferdi juga meminta Pemerintah Kabupaten Lebak segera mengambil langkah cepat untuk membantu sektor pertanian yang terdampak kekeringan.

“Petani menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Program pompanisasi harus segera dilakukan di areal persawahan yang mengalami kekeringan,” katanya.

Ia berharap musim kemarau tahun ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola sumber daya air, sehingga krisis serupa tidak terus berulang setiap tahun. (Dian)

Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Sebelumnya TPA Dengung Lebak Terbakar, Diduga Akibat Pembakaran Ilalang
Selanjutnya Distan Lebak Siapkan 201 Pompa Air Antisipasi Kekeringan Saat Kemarau
TERKINI

Tips Menjaga Asam Lambung Tetap Terkendali, Kenali Pola Makan hingga Gaya Hidup Sehat

How Migration Is Reshaping Borders and Policies

Global Trade Wars: Winners, Losers, and Long-Term Effects

Cybersecurity Becomes the New Frontline of Global Conflict

War-Torn Nation Begins Reconstruction Efforts with International Aid

Foreign Aid Sparks Debate Over Motives and Impact

Leaders from Rival Factions Agree to Historic Peace Talks After Years of Conflict

Top 5 Countries for Adventure Travel and Thrilling Experiences

- Advertisement -
Ad image
Related News
Nasional

The Ultimate Smartphone Showdown: Best Phones Reviewed and Ranked

Nasional

Your World, One Touch Away: The Ultimate Smartphone Experience

  • Quick Links:
  • Hukum
  • Opinion
  • Internasional
  • Politik
  • Viral
  • Nasional
  • Economic
  • Olahraga
  • Daerah
  • Global Affairs
  • Featured
  • News
  • Research
  • Renewable Energy
  • Politics
kobarnews.id
Kobarnews.id mengangkat berbagai isu, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, hingga peristiwa dan perkembangan masyarakat di daerah.
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak & Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan

2016 © Kobarnews.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com